Keren! Siswi SMPN Sindang Ini Mahir Menari. Namanya Sefhanie
LAPORAN RESMAN S
Senin, 22/03/2021, 17:15:12 WIB

Sefhanie (kiri) menunjukan kemahiranya menari. Foto bawah: Bersama ibundanya dan tokoh Tarling Dangdut Cirebonan, Bunda Hj. Aas Rolani yang juga pemilik Sanggar Seni dan Budaya Lana-Lani Ganeshwara. (Foto: Resman/Istimewa)

PanturaNews (Indramayu) - Siswa SMP Negeri 2 Sindang, Kabupaten Indranayu, Jawa Barat, ini mahir dalam membawakan tarian tradisionil seperti Tari Topeng Kelana. Tari Jaipong dan lainnya.

Namanya Sefhanie. Gadis berusia 12 tahun ini adalah putri pasangan Tariman, SE yang seorang PNS dengan jabatan Sekretaris Kantor Kelurahan Margasari, Kecamatan Indramayu, dan Yeti Kurniati yang aktif di bidang perias pengantin.

Sefhanie yang tinggal di Desa Penganjang, Indramayu ini belajar tari semenjak duduk di bangku kelas IV SDN 2 Penganjang, Kecamatan Sindang. Kala itu dia belajar tari di sanggar Melati Ayu asuhan "Rokman Rokmin", yang biasa disebut Om Kembar di gedung Panti Budaya Indramayu.

“Sejak SD anak kami sudah tertarik dengan seni tari, sehingga saya masukkan ke beberapa sanggar tari,” kata Tariman yang didampingi Yeti Kurniati kepada PanturaNews, Senin 22 Maret 2021.

Menurutnya, Sefhanie juga berlatih di Sanggar Tari Topeng terkemuka di Desa Pekandangan, Kecamatan Indramayu asuhan dari keturunan Maestro Tari Topeng Mimi Rasinah, yaitu Mbak Auerly.

Untuk pengembangan minat dan bakat tari Sefhanie, lanjut Tariman, Sefhanie berlatih juga bertatih di seniman yang tak asing di Indramayu, yaitu Ibu Wangi  Iindra di Desa Tambi, Kecamatan Jatibarang. Termasuk belajar di Ibu Febry di Desa Sindang, seorang guru tari yang masih kuliah di salah satu perguruan tinggi di Bandung.

Saat ini Sefhanie yang pernah meraih piala dalam bidang seni Tari Topeng Kelana dan Tari Jaipong, aktif belajar seni tari Sanggar Seni dan Budaya Lana-Lani Ganeshwara milik Bunda Hj. Aas Rolani di Desa Kasmaran, Kecamatan Jatibarang, Indramayu.

“Sebagai orang tua, kami mendorong dan memberi semangat untuk terus berlatih,” tambah Yeti Kurniati.