Ketidak-Efektifan Pembelajaran Online Di Perguruan Tinggi
Selasa, 12/01/2021, 17:23:37 WIB

Pandemi Covid-19 tidak hanya berimbas pada sektor perekonomian serta kesehatan juga, namun berimbas pula pada bidang pendidikan. Sedari covid-19 mulai mewabah di Indonesia hingga akhirnya pemerintah memutuskan untuk menerapkan sistem Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dunia pendidikan mulai mengubah sistemnya dari pembelajaran tatap muka hingga menjadi pembelajaran jarak jauh dengan menggunakan via online.

Hal demikian merupakan pembaharuan dalam bidang pendidikan, sebab bangunan sekolahan yang biasanya ramai dikunjungi anak-anak sekolah sekarang sepi dan berpindah dengan menggunakan teknologi. Sampai saat ini tahun 2021 pembelajaran online masih dijalankan. Belum ada titik akhir kapan akan berujung pembelajaran online seperti ini.

Mentri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makrim mengatakan, pembelajaran online di perguruan tinggi pada semua zona masih wajib dilaksanakan secara daring hingga ada kebijakan lebih lanjut beliau menguraikan bahwa  keselamatan nomor satu, saat ini perguruan tinggi masih melakukan secara online sampai kedepanya mungkin kebijakan berubah.

Pernyataan Mendikbud terkait dengan sistem pembelajaran online masih belum mengungkapkan sebuah kepastian kapan akan memulai untuk pembelajaran secara tatap muka lagi, sebab pembelajaran dengan sistem online kurang efektitif apabila diterapkan di Perguruan Tinggi.

Jika dianalogikan dan dikaitkan dengan permasalahan yang dijelaskan oleh Kemendikbud persoalan kerumunan, tentu mahasiswa beserta civitas akademika akan lebih menggunakan nalar untuk menjaga kesehatan masing-masing tinggal mengubah sistem bagaimana tatap muka masih tetap berlanjut.

Kebijakan pemerintah terkait dengan pembelajaran online yang sudah berjalan kurang lebih 11 bulan menimbulkan dampak yang kurang efektif untuk tingkatan mahasiswa dengan disipin ilmu masing-masing. Misal saja, disiplin ilmu Teknik akan mengalami kendala dalam hal paktikum sebaliknya dengan Mahasiswa disiplin Ilmu apoteker, farmasi dan hukum. Hal demikian yang akan menjadi penunjang dalam Mahasiswa mendalami disiplin ilmunya masing-masing. Hemat penulis menguraiakn beberapa kendala saat perkuliahan online berlangsung di Perguruan Tinggi.

Kurangnya rasa konsentrasi. Setiap orang memiliki cara masing-masing agar dirinya mampu berkonsentrasi. Ada yang sambil mendengarkan musik, ada yang harus serius dalam memerhatikan dan ada juga yang harus dalam ruangan bertatap muka dan tidak ada berisik. Ketika kuliah online hal yang membuat hilangnya konsentrasi seringkali karena keadaan tidak dalam ruangan, sehingga membuat apa yang dijelaskan oleh Dosen tidak dapat dipahami oleh kita.

Kedua, Metode pembelajaran dosen yang berbeda. Dosen mempunyai bermacam macam metode dalam kuliah online. Hal tersebut membuat mahasiswa terutama  harus cepat beradaptasi dengan metode yang berbeda-beda.

Jadi masalahnya dosen itu ada yang memberikan materinya menggunakan zoom, ada juga microsoft teams ada juga yang di classrom dan lain-lain. Terkadang  karena memori pada handphone penuh karena kebanyakan aplikasi yang berbeda-beda dan akhirnya tidak mengikuti kuliah tersebut di karenakan tidak bisa menginstal apikasi yang di butuhkan unuk pembelajaran.

Ketiga, Penyampaian yang kurang jelas. dalam hal ini kadang dosen menyampaiakn materi tidak seeprti tatap muka, artinya ada beberapa kendala dalam hal ini misalkan keadaan signal yang tidak mendukung serta fasilitas teknologi yang kurang memadai seperti handpone, laptop dan lain sebagainya. kita tidak bisa memungkiri bahwa keadaan pandemi ini juga berimbas pada kedaan ekonomi sehingga kita tidak bisa dengan mudah meminta hal-hal yang menunjang dalam kelancaran kuliah online. Meskipun untuk kuota sudah difasilitasi oleh pemerintah namun, tidak ada yang memfasilitasi alat untuk menunjang kelancaran kuliah online. 

Pembelajaran online yang sampai saat ini masih berjalan kurang efektif terutama di Perguruan Tinggi, sebab ada beberapa fakultas yang terkendala dengan adanya sistem penerapan pembelajarn online sehingga menurunkan semnagat mahasiswa. Selain itu, ditahun 2021 akan ada titik terang kapan bidang pendidikan akan berjalan normal seperti biasanya. Agar semuanya berjalan dengan adanya, tidak adanya saling ketidak nyamanan antara Kemendikbud dan mahasiswa terkhusus. Semoga lekas membaik pendidikan di Indonesia saat Pandemi.

(Imamudin Junianto adalah Mahasiswa Semester 3 Teknik Informatika Universitas Peradaban Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah)