Tak Percaya Hasil Swab, 2 Pasien Pulang Paksa, di Rumah Meninggal
LAPORAN TAKWO HERIYANTO
Selasa, 13/10/2020, 20:06:35 WIB

Ilustrasi

PanturaNews (Brebes) - Dua warga di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, dinyatakan positif Covid-19. Namun, hasil positif melalui laboratorium rumah sakit itu dianggap mengada-mengada.

Bahkan, dua pasien tersebut meminta pulang paksa dari rumah sakit, karena pihak rumah sakit dinilai meng-Covid-kan pasien. Akibatnya, keduanya meninggal dunia setelah beberapa hari berada di rumah.

Demikian disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kaupaten Brebes, Jawa Tengah, dr Sartono, Selasa 13 Oktober 2020.

Menurut dr. Sartono, dua pasien positif Covid-19 yang meninggal setelah pulang paksa adalah L, Warga Desa Kemurang, Kecamatan Tanjung dan M (43) warga Kecamatan Ketanggungan, Kabupaten Brebes.

Sartono mengatakan, untuk pasien L adalah wanita yang mengeluhkan gejala klinis batuk sesak nafas. Wanita ini kemudian dirawat di RSUD Kardinah Kota Tegal. Setelah dilakukan uji swab, hasilnya menunjukkan positif terpapar virus corona.

"Namun, baik pasien dan keluarganya tidak percaya hasil swab. Seakan-akan, pihak rumah sakit telah meng-Covid-kan pasien. Terus pasien ngotot ingin pulang dengan alasan status positif corona hanya akal-akalan pihak rumah sakit yang suka meng-Covid-kan," terang Sartono.

Kemudian, lanjut Sartono, pasien lain yang meninggal setelah pulang paksa adalah Nyonya M (43) warga Kecamatan Ketanggungan. Awalnya, dia dirawat di RS Bhakti Asih karena mengalami gejala batuk, flu dan demam tinggi.

Setelah dilakukan uji swab, pihak rumah sakit menyatakan, Nyonya M terkonfirmasi positif corona. Meski positif, pihak pasien juga tidak percaya dan minta segera pulang dengan alasan kondisinya sudah membaik.

"Padahal, pasien ini masih perlu perawatan medis. Kalau dia merasa lebih baik itu karena faktor masuknya oksigen saat di rumah sakit," jelas Sartono.

Penolakan terhadap hasil laboratorium ini, kata Kepala Dinkes Brebes itu, terus berlanjut. Anggota keluarga yang terlibat kontak erat dengan pasien M ini, menolak saat akan dilakukan tracing. Mereka tetap menganggap hasil swab ini merupakan akal-akalan pihak rumah sakit.

"Laporan petugas di lapangan, mereka tidak mau mengikuti tracing, tidak mau diperiksa. Alasannya ya itu tadi, menganggap hasil uji swab hanya akal-akalan," tandasnya.