Dari Bedah Buku Njunjung Duwur Nilai Luhur: Maufur Filsuf Tegalan
Laporan Tim PanturaNews
Rabu, 16/09/2020, 19:10:18 WIB

Dina Nurmalisa (kanan), Tri Mulyono (kiri) menjadi pembicara dalam diskusi dan peluncuran buku Maufur: Njunjung Duwur Nilai Luhur yang ditulis Muarif Esage di Aula YPP UPS Tegal. (Foto: Dok/Farhendi)

PanturaNews (Tegal) - Diskusi sastra yg lebih merupakan temu kangen para seniman itu, berlangsung saat peluncuran buku berjudul Maufur: Njunjung Duwur Nilai Luhur yang ditulis Muarif Esage, di Aula YPP UPS Tegal, Rabu 16 September 2020 siang.

Selain dihadiri para penyair dan sastrawan, juga dihadiri Rektor UPS Tegal, Prof. Dr. Fahrudin, Ketua Yayasan Pendidikan Pancasakti, Dr. Imawan Sugiharto, MH juga para mahasiswa.

Diskusi dan bedah buku menghadirkan Dosen FKIP UPS Tegal, Dr. Tri Mulyono dan kandidat Doktor Sastra UI yang juga dosen Unikal Pekalongan, Dina Nurmalisa, dengan Moderator Atmo Tan Sidik.

“Penulis buku ini, Muarif Esage mempertegas bahwa buku ini sebebarnya, harus dikatakan dalam upaya membuka peluang bagi personalitas pembaca lain yang jauh lebih kritis, untuk melampaui interpretasi personalitas,” kata Atmo Tan Sidik, Duta Baca Kota Tegal membuka diskusi.

Sementara Dina Nurmalisa dalam uraianya, memberikan penilaian bahwa buku yang terdiri lima bagian itu, berbicara tentang Maufur dalam tiga hal. Yakni sebagai akademisi mantan rektor, mantan Wakil Walikota Tegal, sekaligus sastrawan.

“Jika boleh mengusulkan, saya ingin menyebut Maufur sebagai filsuf tegalan,” usul Dina Nurmalisa.

Sedangkan Dr. Tri Mulyono memberi penilaian atas karya-karya Maufur sebagai penulis puisi yang tergolong serius. Maufur mengikuti kaidah sastra, mampu menghadirkan karyanya dalam bahasa yang ringan, betapapun hal itu berasal dari renungan yang dalam.

“Maufur mampu menghadirkan karyanya dalam bahasa yang ringan, tapi mempunyai makna yang dalam,” tutur Tri Mulyono.

Mantan Rektor UPS Tegal, Dr. Burhan Eko Purwanto, MHum menilai figur Maufur yang rendah hati. Dengan latar belakang keluarga santri, Maufur selalu mampu menghadirkan karya yang menyejukkan dengan kata yang kembut dan santun.

“Puisi-puisi karya Maufur ditinjau dari berbagai aspek sudut pandang, di antaranya adalah tinjauan dari aspek teori sastra, filosofi kepenyairan, sikap bahasa, diksi, persajakan, dan sebagainya,” kata Dr. Burhan.

Dalam sambutanya, Dr. Maufur mengapresiasi jalannya bedah buku yang dihadiri berbagai kalangan. Dia juga mengucapkan terimakasih atas dukungan berbagai pihak, dan yang paling menggembirakan tentu dukungan dari pihak Yayasan yang kembali mengulang pernyataan; UPS siap ikut melestarikan dan mengembangkan  bahasa dan sastra tegalan sesuai Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Hadir meraikan acara para penyair dari daerah sekitar yang membacakan puisi karya Dr. Maufur antara lain Apito Lahire, Abu Makmur MF, Sensong Nursidik, Dwi Ery Santoso dan Selviyanti.

Pembacaan puisi diiringi musik dari Dr. Agus Wibowo serta Ipuk NM Nur. Hadir pula Trima Haningsih MPd, Suriali Andi Kustomo, Bontot Sukandar, Lanang Setiawan, Farhendi dan lainnya.