Dewi Aryani: Tempat Karantina di Kabupaten Tegal Harus Dibuka lagi
LAPORAN SL. GAHARU
Rabu, 29/07/2020, 21:22:29 WIB

Anggota DPR RI Komisi 9 Fraksi PDI Perjuangan, Dewi Aryani menyesalkan dihentikanya tempat karantina di Gedung Korpri Kabupaten Tegal. (Foto: Gaharu)

PanturaNews (Tegal) - Di tengah masih meningkatnya kasus positif terpapar virus corona, Gedung Korpri yang sebelumnya sebagai tempat karantina Orang Tanpa Gejala (OTG) yang terindikasi terpapar Covid-19, sekarang sudah kosong, sudah dihentikan.

Hal itu diungkap Anggota DPR RI Komisi 9 Fraksi PDI Perjuangan, Hj. DR. Dewi Aryani, M.Si saat sidak ke gedung Korpri Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Rabu 29 Juli 2020 siang.

“Dalam kondisi terus meningkatnya kasus Covid-19 di Kabupaten Tegal, tempat karantina ini harus dibuka kembali,” pinta Dewi Aryani yang akrab disapa DeAr.

Menurut Dewi Aryani yang didampingi Anggota DPRD Kabupaten Tegal, Memet Said, seharusnya gedung karantina ini dimaksimalkan lebih nyaman dan lengkap, sehingga bila ada masyarakat yang memerlukan tempat karantina yang rumahnya tidak mungkin untuk karantina mandiri, bisa dibawa ke gedung Korpri ini.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tegal seharusnya tidak menghentikan tempat karantina ini, sehingga bisa menekan angka penularan. Gedung Korpri yang bisa menampung 96 orang, agar dibuka kembali dengan penambahan vasilitas.

“Saya minta kepada Pemkab dan Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Tegal, untuk membuka kembali tempat karantina ini. Sarananya dikembalikan lagi, lebih nyaman lagi untuk masyarakat yang di karantina,” tegas Dewi Aryani.

DeAr yang berangkat ke Senayan dari Dapil Jateng 9 ini, berharap kepada seluruh kepala desa (Kades) apabila ada perantau yang pulang dari zona merah Covid-19, atau siapapun kasus di desanya yang memerlukan tempat karantina, maka segera dibawa ke gedung Korpri ini.

Gedung tempat karantina ini harus dibuka lagi, lanjut Dewi Aryani, karena menurutnya penghentian ini bisa menjadi salah satu indikator kenapa di Kabupaten Tegal angka positif Covid-19 terus meningkat. Karena baik itu perantau atau transmisi lokal tidak ditangani dengan baik, sehingga OTG-nya menjadi bertambah.

Ditegaskan, kalau gedung Korpri ini difungsikan kembali sebagai tempat karantina, kades diserukan siapapun orang di desanya yang harus di karantina bisa cepat di tangani. Karena itu, lewat Fraksi PDI Perjuangan di DPRD Kabupaten Tegal, dia akan minta Pemkab Tegal mengaktifkan kembali tempat karantina ini. Semua harus mengawasi pelaksanaanya, sehingga penanganan Covid-19 bisa lebih efektif lagi.

“Saya sebagai pemangku wilayah Dapil Jawa Tengah 9, mendorong Fraksi PDI Perjuangan di DPRD Kabupaten Tegal untuk bergerak mengingatkan kepada Pemkab dan dinas terkait, untuk menyegerakan dan melakukan evaluasi,” terang Dewi Aryani.

Sementara penjaga gedung Korpri, Tarsono (42) saat ditanya kapan tempat karantina Gedung Korpri dihentikan, menurutnya sudah sekitar 1 bulan.

“Yang saya tahu, ditutup sebulan yang lalu, dan semua peralatan diangkut semua. Sekarang sudah kosong,” terangnya singkat.