Persiapan Pensiun, Kompol Gus Endro Tekuni Tanaman Bonsai
LAPORAN JOHARI
Minggu, 26/07/2020, 22:22:35 WIB

Kapolsek Tegal Timur Kompol Gus Endro tengah merawat tanaman bonsai

PanturaNews (Tegal) -  Belakangan ini, penggemar bonsai tengah naik daun. Hal ini karena banyak orang yang tertarik menjadikan pohon mungil tersebut untuk dijadikan hiasan di rumah. Pohon bonsai sendiri punya karya seni yang dinamakan seni bonsai. Seni bonsai adalah seni dekorasi atau merangkai pohon bonsai yang dibentuk sedemikian rupa. Seni merangkai obyek hidup ini populer di Jepang sejak lama, dan mulai berkembang di Indonesia sejak tahun era 70an. Seni bonsai tidak hanya dikerjakan oleh perorangan atau industri kreatif saja.

Kompol Agus Endro SH MH, Kapolsek Tegal Timur, Polres Tegal Kota,  salah satu anggota Polri yang belakang sedang giat gemar menekuni dunia seni  juga pecinta tanaman bonsai. Kecintaan terhadap bonsai muncul kembali setelah adanya pameran bonsai tahun 2019 lalu di GOR Wisanggeni, Kecamatan Tegal Timur, Kota Tegal. Kemudian ia mencari referensi untuk memperdalam ilmu tentang bonsai, baik dari tayangan Youtube maupun dari teman-teman sesama pecinta tanaman  mungil tersebut.

Dia mengaku, kecintaanya terhadap Botani sejak masih sekolah bahkan pernah Bolang (bocah petualang) untuk mencari tanaman yang bisa dijadikan bonsai seperti, sampai masuk ke hutan.  Karena masuk pendidikan kepolisian akhirnya terlupakan dan pohin bonsai yang dirumah mati karena tidak dirawat.

“Sebenarnya sejak SMA saya sudah  mencintai tanaman, namun karena kesibukan sebagai aparat hukum akhirnya terlupakan. Ketika ada pameran bonsai di GOR tahun 2019 lalu, kecintaan terhadap bonsai muncul dan saya beli satu, jenis Serut,” kata Gus Endro mengawali kisah kecintaannya terhadap bonsai, di rumah dinas Mapolsek Tegal Timur, Minggu 26 Juli 2020.

Menurutnya, bonsai adalah seni yang sangat dinamis, berbeda dengan lukisan, ukiran atau patung. Kalau bonsai, dia mau berkembang seperti apa, tumbuh menjadi sedang dan besar, bahkan menjadi indah sekali itu selalu berkembang, meskipun berpengaruh dengan alam atau matahari. 

Gus Endro mengaku, untuk saat ini baru memiliki 25 jenis tanaman bonsai dan menurutnya itu masih kurang. “Ada dari teman tapi lebih banyak membeli,” ujarnya.

Merawat bonsai menurutnya seperti merawat bayi, mulai dari tumbuh, dirawat dikasih pupuk dan obat, Jenis tanaman yang bisa dijadikan bonsai, yang palaing utama harus tahu asal-usuk tanaman tersebut, karena setiap tanaman punya karakter masing-masing. “Ada yang hidup di tanah kering, basah dan pasir, maka medianya juga harus disesuaikan dengan asal-usul tanaman itu sendiri,” imbuhnya.

Terkait yang mempengaruhi harga jual bonsai diantaranya jenis tanaman, keindahan dan potnya. “Bisnis bonsai memang menjanjikan, semakin indah tentu harga jualnya semakin mahal, apalagi pernah ikut kontes dan menjadi juara tentunya harganya selangit sampai miliyaran. Untuk di Kota Tegal pecinta bonsai sampai tiga ratusan, kalau saya masih merintis dan masih belajar,” ungkap Gus Endro.

Gus Endro mengaku menekuni dunia tanaman bonsai, untuk persiapan jika nanti pensiun dari anggota Polri, meski masih lama. “ Persiapan jika nanti pesnsiun, seperti teman saya di Bandungan semula penjaga hotel, karena dia menekuni dunia bonsai akhirnya sekerang menjadi milyader, karena harga bonsainya mencapai milyaran,” pungkasnya.