Pokdarwis Kubu Ranyan Giliran Desak Kubu Suharjo Gelar LPJ
Laporan Tim PanturaNews
Selasa, 21/07/2020, 10:07:23 WIB

Ranyan (tengah pakai baju kotak-kotak) saat menyampaikan LPJ akhir tahunan dihadapan anggota Pokdarwis Pantai Muarareja Indah, Kecamatan Tegal Barat, Kota Tegal. (Foto: Dok/Tim)

PanturaNews (Tegal) - Pancakemelut di tubuh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Pantai Muarareja Indah, Kecamatan Tegal Barat, Kota Tegal, dengan adanya dua kubu yakni Kubu Suharjo dan Kubu Ranyan, mereda setelah digelar rapat Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) pengurus periode 2018-2021.

Laporan Pertanggung Jawaban yang disampaikan Ketua Pokdarwis Pantai Muarareja Indah di pendopo Kecamatan Tegal Barat, Kota Tegal, Senin 20 Juli 2020, sempat terjadi penolakan atas LPJ itu dari kubu Suharjo.

“Kini giliran kubu Suharjo untuk segera menggelar rapat dan mempertanggung jawabakan penggunaan keuangan selama Pokdarwis versi SK Karteker,” kata Ketua Pokdarwis, Ranyan yang berdasarkan SK yang sudah didaftarkan di Depkumham, kemarin.

Atas kejadian itu, akhirnya pihak Kepala Kelurahan Muarareja, Zaenal Asikin, S.Sos juga meminta kepada Camat Tegal Barat, Kota Tegal, Endah Pratiwi untuk menjembatani polemik tersebut.

Menurut Ranyan, berdasarkan kesepakatan di ruang kerja Camat Tegal Barat yang di saksikan Kapolsek dan Danramil Tegal Barat, disepakati seminggu setelah Pokdarwis Kubu Ranyan menyelesaikan laporan keuangan, giliran kubu Suharjo harus menggelar rapat untuk membuat buku laporan tertulis lewat LPJ, selama Suharjo menjabat menjadi Ketua Karteker Pokdarwis.

Diketahui, rapat yang digelar oleh Pokdarwis Senin 20 Juli 2020 di pendopo Kecamatan Tegal Barat, meski sempat adu argumentasi antara Suharjo dengan Sekretaris Pokdarwis Pantai Muarareja, Ilyas, ketika Suharjo menanyakan mengapa dalam buku laporan LPJ tidak menyantumkan Nama Suharjo.

“Suharjo sudah melanggar ketentuan AD/ART yang mestinya sebagai penasehat, tapi selama ini setiap rapat justru selalu marah-marah,” ujar Ilyas.

Bahkan saat rapat kesepakatan, jelas Ilyas, Suharjo mewakili sebagai perwakilan masyarakat. Padahal seharusnya Suharjo sebagai penasehat Pokdarwis. Saat Ilyas mabacakan surat keputusan tersebut, Suharjo masih belum menerima mengapa dalam laporan LPJ tidak mencantukan nama dirinya.