Rapat Musyawarah Dua Kubu Pengelola Pantai Muarareja Gaduh
Laporan Tim PanturaNews
Kamis, 16/07/2020, 12:40:27 WIB

Kegaduhan terjadi saat rapat musyawarah dua kubu terkait pengelolaan Pantai Muarareja di Aula Kecamatan Tegal Barat. (Foto: Dok/Tim)

PanturaNews (Tegal) - Rapat musyawarah adanya dua kubu yakni Kubu Suharjo dan Kubu Ranyan terkait pengelolaan Pantai Muarareja, Kecamatan Tegal Barat, Kota Tegal, Jawa Tengah yang digelar di Aula Kecamatan setempat gaduh, Selasa 14 Juli 2020 lalu.

Saat Kabid Pariwisata Kota Tegal, Abdan menjelaskan tentang AD/ART Pokdarwis, tiba-tiba Suharjo menyela pembicaraan. Dengan panjang lebar, dia menolak pembahasan AD/ART.

Padahal aturan berorganisasi ketika ada masalah, ya seharusnya mengacu pada pedoman AD/ART. Selanjutnya dengan teriakan keras, Carito mendesak Kepala Kelurahan Muarareja, agar segera membekukan kepungurusan yang di Ketuai oleh Ranyan.

“Mekanismenya di kembalikan pada Anggaran Dasar Pokdarwis, karena tidak bisa memaksa Lurah Muarareja,” jelas Abdan.

Namun Carito tetap teriak-teriak hangus...hangus... Bahkan sempat dengan nada emosi, Carito, Harjo dan lainnya meninggalkan ruangan rapat . Kejadian tersebut di saksikan Danramil, Kapolsek Tegal Barat, Camat Tegal Barat dan Abdan selaku Kabid Pariwisata.

Suasana gaduh akhirnya bisa di redam. Sementara Boni menanyakan apakah pantai Muarareja bisa metarik tiket kepada pengunjung?.

“Atas dasar apa menarik tiket masuk, karena hal itu tidak memiliki landasan hukum. Ssebaiknya Pokdarwis SK karteker jangan memungut uang masuk ke pantai Muarareja,” kata Abdan.

Kegaduhan itu sebenarnya dipicu adanya fitnah yang berawal dari berita bohong, sehingga masyarakat terpancing isu yang di hembuskan oleh Suharjo kepada Sodikin. Diisukan, bahwa Ranyan telah menggelapkan uang Rp 130 juta.

Berita bohong itu, menurut Ranyan, berawal saat Suharjo akan pinjam uang di H. Darun selaku Bendahara Pokdarwis. Namun karena posisi keuangan sudah dipinjam anggota, sehingga kas kosong.

“Dari situlah Suharjo marah dan menyebarkan berita bohong, bahwa saya telah menggelapkan uang Rp 130 juta,” terang Ranyan dihadapan forum rapat.

Namun atas penjelasan itu, suasana semakin gaduh. Carito mulai teriak- teriak, disusul Suharjo berdiri mengajak kelompoknya untuk meninggalkan rapat. Bahkan nyaris terjadi baku hantam, saat Waluyo dari arah belakang akan menyerang Makmur. Lalu Pii pun ikut- ikutan menempelkan badan berhadapan dengan Makmur.

Sementara Ilyas, Sekretaris Pokdarwis, nyaris dikeroyok oleh kubu Suharjo. Namun Kaliri melerai dengan suara keras, bahwa rapat ini dihadiri pejabat TNI, Polri kalau ribut jelas melanggar hukum.

Akhirnya suasana bisa reda dengan tampilnya Danramil Tegal Barat, Kapten Bambang. Rapat dihentikan oleh Kapolsek Tegal Barat, Kompol Sugeng, SH dengan pertimbangan suasana tidak memungkin untuk meneruskan rapat.

Sebelumnya, dua kubu yang berseteru sudah melakukan kesepakat yang diadakan di Polres Tegal Kota. Kesepakatanya yaitu, mempersilakan kubu Ranyan untuk melaksanakan musyawarah Anggota Tahunan. Tidak saling melapor. Kedua kubu, baik Kubu Ranyan maupun Kubu Suhajo, tidak boleh melakukan penarikan tiket masuk ke Pantai Muarareja.

Saat melakukan kesepakatan tersebut, dihadiri oleh kubu Suharjo antara lain Suharjo, Sodikin dan Boni. Dari Kubu Ranyan dihadiri oleh Ranyan, Ilyas, H. Darun dan Rasmani.