Trik Jitu Menjadi Pusat Perhatian Ketika Berbiacara
Selasa, 30/06/2020, 09:57:13 WIB

Judul Buku: Cara Berbicara Kepada Setiap Orang Dalam Setiap Situasi. Penulis: Emma Sargent dan Tim Fearson. Halaman: V-269. Tahun Terbit: I. 2019. Penerbit: Gramedia Bhuana Ilmu Populer, Jakarta. ISBN: 978-623-216-205-1

BERBICARA merupakan suatu aktivitas yang sering manusia lakukan, karena pada hakikatnya manusia adalah makhluk sosial yang menjalin hubungan antar sesamanya dengan cara berbicara satu sama lain.

Di dalam berbicara, terutama ketika berbicara di hadapan orang tak dikenal seperti di hadapan umum yang kerapkali sebanarnya ingin sekali kita menjadi pusat perhatian audien, akan tetapi kenyataannya selalu ada kejadian yang tidak diinginkan yang mengganggu rasa percaya diri ketika berbicara. Entah itu rasa cemas maupun gugup.

Mungkin seringkali ada momen tertentu ketika kita benar-benar ingin menjadi pusat perhatian. Akan tetapi dalam momen tersebut kerap kali rasa percaya diri berkurang, padahal kemungkinan peristiwa tersebut dapat menjadi peristiwa yang bisa merubah hidup kita.

Misalnya ketika melakukan wawancara untuk mendapatkan suatu pekerjaan, berkencan, apalagi ketika hendak menemui calon mertua untuk pertama kali!. Sialnya, rasa percaya diri ketika bertemu momen berharga terkadang selalu menjadi masalah, rasa gugup, rasa cemas seperti telapak tangan berkeringat, jantung berdebar, wajah memerah, perut mulas, dan lain sebagainya hal ini tentunya dapat mengganggu kondisi dan situasi berharga itu. Telah banyak orang yang merasakan kondisi seperti itu. Penderitaan inilah yang dinamakan sindrom tidak percaya diri (halaman 9).

Dalam hal ini kerap kali  menyebabkan kita gagal menjadi pusat perhatian ketika berbicara. Lalu jika rasa percaya diri berkurang, bagaimana kita akan menjadi percaya diri sepenuhnya dengan menciptakan “kita di masa depan”. Dan bagaimana kita bisa menjadi pusat perhatian hanya dengan berbicara?

Menjadi pusat perhatian merupakan suatu hal yang diinginkan bagi semua orang ketika berbicara, karena ketika audien menyimak secara saksama tentu kitapun akan merasa dihargai. Oleh karena itu, ketika kita menginginkan menjadi pusat perhatian dalam berbicara, terutama berbicara di depan umum yang tentunya cara tersebut ada pada diri kita sendiri dengan meningkatkan rasa percaya diri serta penerapan etika berbicara dan kekuatan dalam kefasihan berbahasa (halaman 268).

Sebab pada kenyataannya, audien akan memandang pembicara lebih dalam yang akhirnya akan menimbulkan sebuah pandangan, yaitu sebuah pandangan yang positif ataupun negatif, serta kondisi yang nyaman ataupun tidak nyaman, karena tanpa kita sadari semakin kita dekat dengan dunia audein, maka akan semakin banyak audien yang tertarik kepada kita.

Sebuah ketertaikan didalam berbicara tentu menjadikan kita semakin menarik, maka dari itu kita harus memiliki semua apa yang kita butuhkan dalam berbicara, maka dalam buku ini penulis menyajikan berbagai strategi untuk menjadikan kita menarik dalam berbicara sehingga kita bisa menjadi pusat perhatian.

Buku ini hadir guna untuk membantu Anda agar lebih percaya diri dalam setiap situasi ketika berbicara, sehingga bisa menjadikan Anda sebagai pusat perhatian dalam berbicara yang memungkinkan Anda dapat terlibat dalam percakapan dengan siapapun. Buku ini juga akan membantu Anda dalam mengatasi hambatan yang anda alami saat berada di sekeliling orang lain, sekaligus mempersenjatai Anda dengan strategi, keterampilan, dan teknik guna menangani sebagian besar pada situasi yang sering kita hadapi.

Untuk pemaparan dalam buku ini tidak hanya disajikan secara teoritis, melainkan disertai dengan sebuah kisah inspiratif dari beberapa tokoh motivator serta disajikan pula dalam bentuk persamaan yang didasarkan pada pengalaman penulis. Beberapa pemaparan juga disajikan dalam bentuk tanya jawab serta beberapa bentuk pengaplikasian dalam berbicara yang membawa nuansa baru bagi si pembaca.

Hadirnya buku ini tentu dapat memberikan pemahaman baru dengan cara yang menarik dan menyenangkan. Model pemaparan dan pengemasan bahasa yang menarik, disertai penjelasan yang mudah sekali untuk dipahami sehingga hal inilah yang menjadi kelebihan dari buku ini. Dari model pemaparan dan penyajian seperti ini juga menimbulkan rasa senang dan tidak membosankan sehingga pembaca ingin menyelesaikan membaca buku ini, bahkan akan ketergantungan dalam membaca buku ini.

Dalam penyajian dan pemaparan buku ini tentu diharapkan dapat meningkatkan rasa percaya diri sehingga bisa menjadi pusat perhatian bagi audien dalam berbicara serta meningkatkan kita dalam keterampilan dalam berbahasa. Karena pada dasarnya banyak orang yang menginginkan terampil dalam berbicara untuk  bisa menjadi pusat perhatian dalam berbicara tanpa rasa gugup dan cemas sehingga kitapun dapat memperoleh apa yang kita inginkan dimasa depan hanya dengan berbicara.

(Tri Andra Yani adalah Mahasiswi Universitas Peradaban Bumiayu, Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Tinggal di Desa Cikamuning Rt.01/Rw.009, Kecamatan Bantarkawung, Kabupaten Brebes, Provinsi Jawa Tengah. Hobi menulis dan menari tradisional)