Pemkab Brebes Resmi Luncurkan Website Informasi Virus Corona
LAPORAN SL. GAHARU
Rabu, 25/03/2020, 22:29:38 WIB

PanturaNews (Brebes) - Masyarakat kini tak lagi resah tentang informasi yang valid, terkait perkembangan penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Brebes resmi meluncurkan website (situs) mengenai informasi Virus Corona guna memantau, menghimbau serta mencegah penyebaran virus tersebut. Berbagai informasi bisa diakses di www.corona.brebeskab.go.id.

Bekerja sama dengan Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Dinkominfotik) Brebes, data dan informasi yang dihimpun Dinas Kesehatan dikelola di situs tersebut.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Brebes. dr Sartono saat konferensi persnya, Rabu 25 Maret 2020.

"Situs ini memuat informasi yang bersifat promotif dan preventif, dari mulai penyebaran virus corona, hingga data terkini Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP)," ujar Sartono.

Hari ini, kata Sartono, terdapat ODP 139 orang dan PDP 15 orang. Untuk PDP tersebar di beberapa rumah sakit, diantaranya RSUD Brebes ada 7 orang, RS Kardinah Tegal 2, RS Islam Harapan Anda Tegal 3 orang dan di RS Bakti Asih Brebes 3 orang.

"Kriteria PDP, ditentukan setelah ada hasil rontgen dan diperiksa oleh dokter paru atau penyakit dalam, baru bisa masuk dalam kategori PDP," jelasnya.

Sedangkan ODP, lanjut Sartono, diluar itu, misalnya orang bersuhu tubuh masih panas 38 derajat, mengalami batuk pilek, serta sesak napas.

"Untuk itu kita harus meningkatkan kewaspadaan, karena masyarakat Brebes banyak yang merantau ke kota besar, terlebih Jakarta. Itu yang harus terus kita pantau," ucapnya.

Terkait PDP menjadi negatif atau positif Corona, lanjut Sartono, pihak RSUD Brebes telah mengambil sampel lima PDP, dan tinggal menunggu hasil dari tiga lembaga kesehatan, yaitu Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Litbangkes) Yogyakarta, Bandung dan Jakarta.

"Negatif atau positif hanya bisa ditentukan dari hasil Swab atau usap tenggorokan, kita telah mengambil sampel tiga hari lalu. Alhamdulillah, kondisi klinis pasien sekarang sudah membaik," terangnya.

Masalah Alat Pelindung Diri (APD) tenaga medis, tambah Sartono, Pemkab Brebes telah memesan dan sudah datang 114 unit, bantuan dari Provinsi Jateng 160 unit. Alat yang dipesan akan didistribusikan ke rumah sakit seluruh Brebes.

"RSUD Brebes bekerja dalam senyap, artinya agar tidak menimbulkan kecemasan masyarakat. Kami telah menyiapkan skenario terburuk apabila terjadi lonjakan pasien yang luar biasa," tegasnya.

Skenario itu, lanjut Sartono, RSUD Brebes telah menyiapkan dan mengosongkan salah satu gedung untuk kapasitas 100 tempat tidur pasien, juga di rumah sakit lain, baik pemerintah maupun swasta.

"Untuk proses persiapan skenario terburuk apabila terjadi lonjakan pasien," pungkasnya.