Gelora Sensus Penduduk 2020
Jumat, 14/02/2020, 21:01:21 WIB

BADAN Pusat Statistik (BPS) sebagai lembaga yang diberi kewenangan untuk mengadakan sensus, di tahun 2020 akan melaksanakan kegiatan sensus penduduk. Merupakan kegiatan besar yang dilaksanakan setiap 10 tahun sekali. Sensus penduduk yang diadakan di tahun 2020 merupakan sensus penduduk ke tujuh di Indonesia. Sensus penduduk pertama kali dilakukan pada tahun 1961.

Pada sensus penduduk 2010 diperoleh jumlah penduduk sebanyak 237,64 juta jiwa. Selain untuk memperoleh data jumlah penduduk, sensus penduduk juga berguna untuk mengetahui karakteristik, distribusi, dan komposisi penduduk. Ha tersebut sangat penting untuk diketahui oleh pemangku kebijakan. Sehingga mempunyai dasar dalam menyusun kebijakan bagi masyarakat.

Ada yang baru dalam pelaksanaan sensus penduduk kali ini. Jika sebelumnya petugas sensus melakukan wawancara langsung ke lapangan secara door to door tanpa dibekali dengan daftar penduduk, pada sensus penduduk 2020 dilakukan dengan menggunakan metode kombinasi.

Pada sensus penduduk 2020, BPS menggunakan basis data dasar dari Ditjen Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil). Data yang telah ada pada Ditjen Dukcapil, dalam sensus penduduk 2020 kemudian dilakukan up date. Data penduduk yang dihasilkan dalam sensus penduduk 2020 tujuannya dalam rangka menuju satu data kependudukan Indonesia.

Hal tersebut dilakukan karena selama ini terjadi perbedaan data yang disebabkan oleh konsep yang digunakan oleh BPS dan Ditjen Dukcapil berbeda. Dengan dilaksanakannya sensus penduduk dengan menggunakan metode kombinasi ini, diharapkan tidak ada lagi perbedaan data.

Pada pelaksanaanya, sensus penduduk dilakukan melalui tiga tahapan yakni sensus penduduk online (SP online), sensus penduduk wawancara (SP wawancara), dan pencacahan sampel.

Sensus penduduk online dilakukan mulai 15 Februari sampai 31 Maret 2020. Mengapa sensus penduduk 2020 dilakukan secara online? Hal tersebut untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam pengisian data karena tidak tergantung dengan kedatangan petugas.

Pengisian dapat dilakukan kapan saja secara mandiri melalui https://sensus.bps.go.id selama periode pelaksanaan sensus penduduk online. Selain itu, adanya literasi masyarakat terhadap penggunaan teknologi informasi yang semakin baik. Tapi yang terpenting untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat tentang arti pentingnya data, dimulai dari informasi pribadinya.

Untuk penduduk yang tidak terjangkau akses internet, BPS juga menyelenggarakan SP wawancara yang dilakukan selama bulan Juli 2020. Bagi penduduk yang belum tercatat dalam SP online, petugas yang akan mendatangi responden. Petugas terlebih dahulu melakukan pemeriksaan daftar penduduk kemudian melakukan verifikasi lapangan. SP Wawancara dilakukan dengan menggunanan CAPI (Computer Assisted Personal Interviewing) dan PAPI (Paper And Pencil Interviewing).

Dengan adanya sensus penduduk online dan wawancara, diharapkan data kependudukan yang sudah ada dapat diperbarui.

Selain itu, dilakukan juga Pencacahan Sampel yang dilaksanakan di bulan Juli 2021. Tujuannya untuk melakukan pengumpulan data dan informasi kependudukan dan perumahan sehingga dihasilkan berbagai parameter demografi dan indikator sosial lainnya yang terdiri dari 82 pertanyaan.

Untuk mencapai Indonesia yang maju, diperlukan pembangunan yang terstruktur. Hal tersebut dapat dilakukan dengan perencanaan yang baik. Data yang akurat dibutuhkan dalam setiap perencaan pembangunan. Oleh karena itu, kesadaran dari seluruh masyarakat untuk ikut berpartisipasi dan memberikan jawaban yang tepat dalam SP 2020 sangat menentukan perjalanan bangsa Indonesia ke depan.

Mari sukseskan sensus penduduk 2020. Sensus penduduk 2020 mencatat Indonesia.

(Neni Retnahayati adalah Statistisi Muda, Badan Pusat Statistik (BPS)