Mana yang Lebih Penting Antara Bakat Atau Minat?
Sabtu, 08/02/2020, 22:07:53 WIB

DISADARI atau tidak, orang tua merupakan sekolah pertama bagi tumbuh kembangnya seorang anak. Selayak dan sebagus apa pun sekolah yang didaftarkan orang tua untuk anak, tetap saja karakter utama dari anak terbentuk dari contoh utamanya yaitu orang tua.

Hal ini terjadi karena hampir seluruh hidup seorang anak adalah bersama orang tua. Tentu sikap dan perilakunya akan cenderung sama  seperti orang tua atau orang yang kesehariannya bersama anak tersebut. Anak akan berkembang dan tumbuh dengan baik atau tidak tentu bagaimana orang tuanya menunjukkan dan mendidik anak tersebut.

Berbicara mengenai tumbuh kembang dan karakter dari seorang anak, kita tentu sudah sangat akrab dengan kata bakat dan minat. Bakat merupakan kemampuan yang dimiliki seseorang, yang biasanya memang sudah dimiliki sejak lahir.

Sedangkan minat adalah keinginan seseorang untuk menjadi atau memiliki sesuatu, sesuai dengan yang diimpikan orang tersebut. Bakat dan minat tentu menjadi dua aspek penting yang perlu dipahami oleh orang tua dalam membesarkan anak-anaknya. Sebagai ujung tombak, orang tua tidak boleh salah dalam memberikan pengarahan bagi anak termasuk bakat dan minat yang dimiliki oleh anak. Lalu mana yang paling penting antara bakat anak dan minat anak?

Tentu keduanya sama-sama penting. Orang tua harus mampu membaca bakat yang dimiliki oleh anak kemudian membantu mengembangkannya agar lebih mumpuni lagi. Bakat anak bisa dilihat mulai dari anak tersebut memahami lingkungan atau mulai bersekolah.

Misalnya, ketika anak lebih pandai menggambar daripada menulis, atau menyanyi daripada membaca, pandai menari dan sebagainya.  Bakat-bakat itu akan terlihat seiring dengan perkembangan dari anak tersebut, tergantung bagaimana kepekaan orang tua  dalam melihatnya.

Untuk mengembangkan bakat yang dimiliki anak, mungkin orang tua akan lebih mudah dalam menuntun apa dan bagaimana ke depannya anak tersebut akan berjalan. Namun, bagaimana dengan beberapa anak yang tidak memiliki bakat?

Tentu semua anak memiliki bakat dan kecerdasan masing-masing. Semua anak sudah dilahirkan dengan kemampuan dari sejak ia di ciptakan. Hanya saja, ada beberapa anak yang tidak begitu menonjolkan bakat dari dalam dirinya. Saat inilah peran kita sebagai orang tua diuji. Kita harus mampu menggali bakat yang dimiliki oleh anak dengan cara yang lebih dalam yaitu mengetahui minat dari anak.

Seorang anak tentu memiliki minat yang lebih pada sebuah hal, melalui minat itulah kita sebagai orang tua bisa mengembangkan dan mengarahkan anak tersebut. Misalkan, ketika anak sudah mulai remaja dan perlu menentukan jenjang pendidikan yang lebih lanjut.

Kita bisa menanyakan apa yang menjadi minat anak tersebut, sebagai orang tua kita tidak boleh mengekang dalam hal menentukan keputusan, namun kita harus mengajak diskusi anak tersebut apa kemauan dan minatnya. Jika pilihannya itu baik kita harus mendukung, namun jika tidak maka kita perlu meluruskan bagaimana jalan yang paling tepat. Tentunya dengan sabar dan menempatkan diri sebagai pendengar, bukan menggurui.

Banyak hal yang bisa dilakukan dalam menentukan tumbuh kembang anak. Banyak cara juga yang bisa kita pilih untuk menentukan jalan masa depan bagi anak. Sebagai orang tua kita harus perlu ingat, bagaimana menghadapi anak. Sesuaikan dengan umur dan sifat anak, jangan terlalu banyak menggurui, perbanyaklah menjadi pendengar dan memberikan contoh.

Menjadi orang tua yang baik untuk anak memang mudah, namun menjadi orang tua yang bijak yang bertanggung jawab atas masa depan anak perlu menggunakan usaha lebih dari sekedar mencukupi kebutuhannya.

(Risna Windika Cahyani adalah Mahasiswa Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Peradaban di Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah)