Desa Rengaspendawa Komitmen Tangani Pengelolaan Sampah
LAPORAN TAKWO HERIYANTO
Senin, 27/01/2020, 21:54:57 WIB

Meningkatkan pengelolaan sampah, pengurus BUMDes Rengaspendawa, Kecamatan Larangan mengadakan sosialisasi pengelolaan bank sampah. (Foto: Takwo Heryanto)

PanturaNews (Brebes) - Dalam mensukseskan program unggulan Desa Rengaspendawa, Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, terkait penanganan sampah, pengurus Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) desa setempat mengadakan sosialisasi pengelolaan bank sampah.

Kegiatan yang di hadiri kurang lebih 32 orang itu, diadakan di salah satu rumah Kepala Dusun di Dukuh Penjalin Banyu, Desa Rengaspendawa.

Kepala Desa Rengaspendawa, Sumardi mengatakan, sejauh ini BUMDes di desanya, khususnya unit penanganan sampah masih belum optimal dalam melakukan pengelolaan sampah.

"Tahun 2019 sudah berlalu, dan sekarang di tahun 2020 kita coba menata diri tentang sampah agar dikelola dengan baik dan rapi," ujar Sumardi yang juga sebagai Komisaris BUMDes Rengaspendawa, Senin 27 Januari 2020.

Menurutnya, untuk mensuksukseskan pengelolaan sampah, dimulai dari warganya langsung, yakni dari pemilihan yang dilakukan di rumah masing-masing.

"Proses pembuangan sampah di rumah, diharapkan masyarakat yang diinisiatori dari ibu-ibu harus memulai memisahkan mana organik dan mana yang non organik. Dengan demikian, sampah yang non organik bisa dijual ke petugas sampah dan jadi tabungan warganya untuk bayar iuran," terangnya.

Kedepan, lanjut dia, inovasi pembayaran dari sampah akan dilakukan, sehingga masyarakat bisa antusias untuk ikut jadi pelanggannya.

"Jika sudah tahu memilah sampah, contoh botol aqua, maka masyarakat bisa mengumpulkan botol aqua yang nantinya untuk dijual dan masuk di buku tabungan bank sampah. Untuk pembayarannya juga bisa memotong dari tabungan tersebut, dan sewaktu-waktu bisa diambil jika dibutuhkan," jelasnya.

Dalam kegiatan tersebut, Dukuh Penjalin Banyu membentuk pengurus bank sampah di wilayahnya sendiri, dan baru 3 wilayah yang sudah bergerak. Diantaranya Dukuh Kedawon, Dukuh Rengaspendawa Timur dan Dukuh Penjalin Banyu untuk mengkoordinir pengelolaan sampah secara mandiri.

“Dalam tahap pertama melakukan pendataan sekaligus penempelan stiker nomor pelanggan, dan diharapkan awal Februari 2020 bisa berjalan secara mandiri,” terangnya.

Dia menambahkan, untuk mempermudah pendataan dan edukasi masyarakat mengenai pentingnya bersih lingkungan, yaitu dengan cara membuang sampah yang akan diangkut dan dibuang ke Tempat Pembuangan Sampah (TPS) oleh semua unsur terkait, guna mendukung program penananganan sampah.

"Nantinya jika ini sudah berhasil dan berkembang, tiap RT akan diberdayakan melalui dari kegiatan bank sampah, sehingga harapannya bisa lebih diberdayakan," pungkasnya.