Polisi Ringkus Pelaku Penipuan Penerimaan CPNS
LAPORAN JOHARI
Rabu, 06/11/2019, 23:44:16 WIB

Sugianto JK BSc

PanturaNews (Tegal) -  Setelah buron beberapa tahun karena pindah-pindah alamat, petualangan penipu kelas kakap Sugianto Joyo Kusumo alias Sugianto JK BSc (68) warga Jalan Perintis Kemrdekaan (Poso) Gang 16 Nomor 11, RT 12/07, Kelurahan Panggung, Kecamatan Tegal Timur, Kota Tegal, Jawa Tengah yang juga punya alamat lain di Pulogadung Jakarta dan Sleman DIY, harus berakhir di Polres Tegal Kota. Setelah Satreskrim meringkusnya di Sleman Jogjakarta beberapa waktu lalu.

Sugianto JK adalah pelaku penipuan penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS), dengan modus mengaku pegawai Badan Kepegawaian Negara (BKN), sebagai pengawas penerimaan CPNS pusat yang bisa meloloskan seseorang menjadi PNS.

Kapolres Tegal Kota AKBP Siti Rondhijah melalui Kasatreskrim AKP Agus Budi Yuwono mengatakan pelaku ditangkap setelah buron selama sekitar dua tahun. Penangkapan pelaku sendiri dilakukan personelnya di di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

”Dia ditangkap karena diduga melakukan penipuan dengan modus meminta uang pelicin pendaftaran calon pegawai negeri sipil (CPNS)," katanya.

Menurutnya, pelaku diamankan berdasarkan laporan warga bernama Skr (56), warga Tirto, Pekalongan. Setelah diamankan dan dilakukan penyelidikan, pelaku mengaku sebagai pengawas CPNS dari BKN Pusat untuk mengelabui korban-korbannya.

"Dari hasil pengembangan, ditemukan bukti-bukti baru dan korban penipuan mencapai lebih dari 413 orang," jelasnya.

Agus menambahkan, kepada korban, pelaku diduga meminta uang pelicin yang mencapai puluhan jutaan rupiah. Seperti korban Skr yang telah memberikan uang sebesar Rp 60 juta ke tersangka Sugiyanto dengan harapan anaknya bisa lolos seleksi CPNS tahun 2012-2013 lalu.

Berdasarkan keterangan saksi korban dan tersangka, uang yang dimintanya berbeda-beda sesuai dengan jenjang pendidikan. Untuk lulusan SMA ada yang dimintai Rp60 juta hingga Rp80 juta.

Untuk Lulusan D3 atau Ahli Madya, uang pelicinnya dipatok sebesar Rp 85 juta. Sedangkan lulusan Sarjana atau Strata 1 (S1) dimintai Rp90 juta. "Dari hasil penyelidikan sementara, korban penipuan yang dilakukan pelaku tidak hanya warga Kota Tegal. Tapi warga di luar daerah bahkan sampai ke Jawa Timur," tandasnya.

Tersangka kini ditahan dan dititipkan di Lapas Klas II B Tegal. Dimungkinkan masih ada tersangka lain, tapi penyidik harus mengumpulkan bukti-bukti dan keterangan yang cukup. “Kami minta kepada warga yang merasa ditipu oleh pelaku untuk lapor ke kantor polisi,” tandasnya.