Pedagang Pakaian Bekas Impor Turun Omset
LAPORAN NINO MOEBI
Sabtu, 02/11/2019, 22:06:27 WIB

Sri penjual pakaian bekas impor di Pagongan, Kabupaten Tegal (Foto: Nino)

PanturaNews (Tegal) - Pedagang pakaian bekas impor di wilayah Tegal, Jawa Tengah, mengaku mengalami turun omset dan mengalami rugi pada tiga bulan terakhir.

"Apalagi kalau kita ambil dalam bal, ternyata isinya pakaian wanita. Itu jelas yang bikin kita rugi," kata Sri (41) penjual pakaian bekas di Pagongan, Kabupaten Tegal, Sabtu 02 November 2019.

Sri bersama suaminya membeli pakaian bekas impor di Bandung. Untuk per bal bisa beli Rp 8,5 juta. Kadang isinya 150 potong pakaian dewasa. Dari 150 potong yang bisa dijual (digantung) 85 persen.

Diakui Sri, untuk lakaian bekas wanita paling merugikan. Karena isi pakaian kebanyakan celana pendek, pakaian minim yang tidak laku untuk dijual di Indonesia.

"Kalau dapat pakaian wanita dipastikan kita jelas rugi," kata Sri.

Sri bersama suami menggeluti usaha pakaian bekas sudah 5 tahun berjalan. Kini untuk memperoleh barang impor agak sulit sehingga menambah lesunya pedagang pakaian.

"Padahal kita harus mikir tempat baru yang hampir habis masa kontraknya," pungkas Sri.