Warga Keluhkan Dampak TPA Kalijurang
LAPORAN ZAENAL MUTTAQIEN
Selasa, 13/08/2019, 15:58:43 WIB

Peserta Focus Group Discussion Desa Kalijuramg melihat langsung ke TPA yang dikeluhkan damoaknya oleh warga (Foto: Zaenal Muttaqin) 

PanturaNews (Brebes) - Warga mengeluhkan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kalijurang, di wilayah Kecamatan Tonjong Kabupaten Brebes Jawa Tengah. Pasalnya, TPA ini menyebarkan bau tak sedap yang menyengat dan terganggu oleh asap dari sampah yamg terbakar, juga ada yang terkena beberapa penyakit.

Keluhan warga itu disampaikan saat digelar Focus Group Discussiun (FGD) yang digelar oleh Forum Kesehatan Desa (FKD) Kalijurang, Selasa 13 Agustus 2019.

Tarno (60) salah satu warga yang tinggal dekat lokasi TPA Kalijurang mengatakan, mengalami gatal-gatal yang susah di obati. Istrinya juga menderita penyakit benjolan yang mengeluarkan air dan baunya tidak enak.

"Isteri saya pernah dioperasi karena penyakit itu, yang kata dokter sangat berbahaya," katanya.

Warga lainnya, Wasmun (55) mengungkapkan sejak adanya TPA tahun 1999, sangat terganggu dengan bau tak sedap yang menyengat. Selain itu pada musim kemarau biasanya sampah terbakar yang mengakibat polusi udara.

"Asapnya sangat mengganggu, mengakibatkan sesak nafas," ungkapnya.

Warga lainnya Warsono (55) mengatakan, jarak terdekat lokasi TPA sekitar 100 meter dari pemukiman warga. Sejak dibangun 1999 lalu keberadaan warga di sekitarnya seperti dilupakan.

"Warga yang terkena dampak butuh perhatian pemeriksaan kesehatan, juga pencemaran lingkungan baik bau dan lainnya," kata Warsono.

Diungkapkan, selain pemukiman jarak 200 meter dari TPA merupakan lahan peetanian warga yang juga kini tercemar oleh limbah plastik. Kondisi tersebut sangat mwrugikan warga pemilik lahan, karena tanah tidak lagi subur sehingga berdampak pada pasilan warga.

"Mestinya ada jaring owngaman di TPA agar sampah plastik tidak tersebar kemana-mana," kata Warsono.

Menanggapi keluhan warga, Kepala Puskesmas Tonjong, dr Ida Rahmawati yang hadir pada kegiatan FGD itu berjanji akan membantu warga melakukan sekrening dan pemeriksaan serta pengecekan langsung ke warga dekat TPA untuk memastikan penyebab yang penyakit yang dideritanya.

"Untuk memastikan perlu ada sekrening pemeriksaan dan penelitian lebih lanjut, tapi kita tetap akan lakukan pemeriksaan warga yamg sakit dan yang ada disekitar TPA," katanya.

Menurutnya, dari peninjauan ke lokasi TPA beberapa saat sebelum FGD, dapat dirasakan bau yang menyengat. Kondisi yang kotor juga dapat menjadi timbulnya banyak penyakit bagi warga.

"Jadi kalau ada warga yang menderita gatal-gatal ya bisa jadi karena lingkungan yang kotor," ucap Ida.

Dikatakan, tindakan membakar sampah di TPA sangat berbahaya, karena asapnya yang menyebar secara luas dapat menimbulkan banyak penyakit, seperti sesak nafas dan penyakit pernafasan lainnya. Pembakaran bisa dilakukan jika dengan alat khusus yang tidak menjadiakn asapnya tersebar.

"Kalau mau dibakar tidak secara langsung tapi dengan alat pembakar sampah yang bagus," kata Ida.

Sementara itu, Kepala UPTD Pengelolaan Sampah Wilayah Bumiayu, Drajat mengatakan, pihaknya akan melakukan upaya-uapaya untuk mengatasi persoalan dampak TPA. Pembakaran sampah tidak lagi dilakukan sejak dirinya ditunjuk untuk mengelola sampah.

"Sejak saya bertugas dipastikan tidak ada lagi pembakaran sampah," katanya.

Pihaknya juga akan melakukan upaya untuk mencegah pencemaran sampah plastik dengan pemasangan jaring atau lainnya. Kedepan pihaknya juga akan melakukan upaya pengolahan sampah secara baik dan dapat diolah menjadi pupuk atau lainnya yang bermanfaat.

"Langkah-langkah itu sedang kita upayakan dan perlu dukungan agar hal itu terwujud," ujar Drajat.

Kegiatan FGD dengan tema "TPA Kalijurang Harus Kemana?" dihadiri Muspika Tonjong, diantaranya Camat Tonjong Cecep Suganda, Kapolsek Tonjong Kompol Sapari, dan warga Kalijurang.

Kepala Desa Kalijurang, H Edi Riyanto dalam keaempatan itu juga menekankan agar hasil dari FGD benar-benar direalisasikan, agar persoalan sampah tidak terus terjadi dan merugikan warganya.

"Perlu segera ada solusi, kasihan warga yang terkena dampak ada yang kena penyakit termasuk bauk yang mengganggu kenyamanan warga," tegas Riyanto.

Sementara hasil dari FGD yang dipandu oleh Ketua FKD Kalijurang, Dwi Mei Ismawan itu diawali dengan kunjungan semua pwseeta ke lokasi TPA Kalijurang. Akhir kegiatan menghasilkan kesimpulan untuk direkomemdasikan sebagai langkah kedepan. Yakni: Pembentukan kelompok peduli lingkunga Desa Kalijurang. Mengawal dan mwmantai Lingkungan Hidup (LH) dalam mengatasi musim hujan. Memfasilitasi kegiatan kelompok dengan narasumber yang kompeten.

Melibatkan anggota DPRD untuk ikut mengawal penangana TPA. Penangana sampah menjadi prioritas. Selalu dilakukan komunikasi dengan warga dalam penanganan sampah agar tidak ada konflik. Bersama dengan kelompok peduli lingkungan Puskesmas melakukan skrening dan pemeriksaan kesejatan warga. Edukasi terhadap warag selalu dilakukan untuk mencegah dampak yang lebih buruk. UPTD Pengelolaan Sampah Bumiayu akan segera menindaklanjuti hasil FGD untuk disampaikan ke Kantor Lingkungan Hidup Brebes.