Bumiayu Potret Kebhinekaan yang Tetap Rukun
LAPORAN ZAENAL MUTTAQIEN
Rabu, 15/05/2019, 12:59:30 WIB

Shinta Nuriyah Wahid (di kursi roda), transit di Pendopo 2 Bumiayu sebelum kegiatan buka puasa Ramadhan bersama (Foto: Zaenal Muttaqin)

PanturaNews (Brebes) - Suksesnya kegiatan buka puasa bersama dengan isteri Presiden RI keempat, Dra Shinta Nuriyah Abdurrahman Wahid di Pendopo 2 Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, menjadi bukti bahwa Kota Bumiayu bisa menjadi potret dari Kebhinekaan.

"Bumiayu ini potret Kebhinekaan yang masing-masing tetap menjaga kebersamaan," kata Ketua Panitia kegiatan buka puasa bersama, H Sodikin, Selasa 14 Mei 2019.

Menurutnya, kesuksesan kegiatan itu ditandai dengan banyak peserta yang hadir dari berbagai kalangan baik agama maupun profesi. Mulai dari tokoh-tokoh ummat muslim, umat Kristiani dan Katolik serta agama lainnya. Para tukang becak, buruh bangunan dan pejabat juga hadir pada kegiatan sore itu.

"Kehadirian peserta dari banyak kalangan dan lapisan masyarakat baik tokoh agama dan profesi ini membuktikan Kebhinekaan di Bumiayu tetap terjaga dan selalu saling menghargai serta rukun," terang Sodikin.

Dikatakan, Kebhinekaan adalah sunnatullah, Merusak kebhinekaan berarti melawan sunnatullah. Karenanya kebhinekaan tetap harus dijaga dengan merawat kebersamaan.

"Kerukunan dan kebersamaan yang telah terjalin ini harus tetap dijaga," ujar Sodikin.

Ditambahkan, umat Muslim di Bumiayu juga senantiasa menjaga umat lainnya sehingga ajaran Islam yang rahmatal lil alamin benar-benar terwujud dan dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.

"Islam itu rahmatal lil alamin dan ini buktinya ummat Muslim dapat duduk bersama dengan umat lainnya," tandasnya.

Sekretaris kegiatan, Jefry Arsya Robbi mengatakan, kegiatan buka puasa bersama Shinta Nuriyah Wahid digelar oleh Barikade Gusdur, yang merupakan komunitas masyarakat yang ingin meneruskan perjuangan dan pemikiran Gusdur yang menghormati Kebhinekaan.

"Barikade Gusdur bekerja sama dengan berbagai elemen masyarakat yang ada di Bumiayu dan juga diukung Pemkab Brebes sehingga kegiatan dapat sukses terlaksana," katanya.

Komunitas Barikade Gusdur terdiri dari kalangan muda yang ingin melanjutkan nilai-nilai pemikiran Gus Dur, meski banyak dari para pemuda itu juga aktif di kegiatan politik praktis.

"Banyak dari kita ini aktif di poitik praktis tetapi tetap dengan membawa nilai-nilai luhur dari pemikiran Gus Dur," terang Jefry.

Sementara itu, Shinta Nuriyah Wahid dalam tausyiyahnya di hadapan masyarakat dan pejabat yang hadir mengajak untuk tetap selalu merawat kebersamaan dalam Kebhinekaan.

“Kita ini bangsa Indonesia terdiri dari berbagai macam suku, agama, bahasa, adat istiadat dan sebagainya, meski begitu kita tetap satu dan harus selalu merawat kebersamaan,” kata Shinta saat menyampaikan sambutan.

Shinta mengajak masyarakat untuk dapat saling menghargai, perbedaan yang ada bukanlah untuk dipertentangkan atau diperdebatkan, tetapi hendaknya tetap bersatu.

“Kita ini memang berbeda tetapi harus tetap bersatu atau Bhinneka Tunggal Ika,” tegasnya.