Ndoro Binyak Jadi Referensi Bahan Ajar di UPS
Laporan Tim PanturaNews
Jumat, 28/12/2018, 23:13:47 WIB

Dr. Tri Mulyono dan buku antologi puisi Ndoro Binyak (Foto: Dok)

PanturaNews (Tegal) - Puisi berdialek Tegalan bertajuk ‘Ndoro Binyak’ karya sastrawan Tegal, Lanang Setiawan menjadi bahan penelitian oleh sivitas akademika Universitas Pancasakti (UPS) Tegal.

Adalah Doktor Tri Mulyana, dosen sastra Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UPS Tegal yang melakukan penelitian dan kajian, untuk bahan referensi mengajar ke mahasiswanya.

“Penelitian dilakukan bahasa Jawa dengan dialek Tegalan, direncanakan masuk dalam mata perkuliahan. Karena memang di UPS ada mata kuliah sastra Tegalan sudah dua tahun ini,” kata Tri Mulyana, Jumat 28 Desember 2018.

Menurutnya, hal itu juga untuk menindaklanjuti hasil Kongres Bahasa Tegal pada Rabu 5 Desember 2018 lalu.

“Ini juga hasil kongres yang mengamanatkan bahasa Tegalan masuk ke sekolah-sekolah, termasuk perguruan tinggi untuk diajarkan ke mahasiswa. Maka penelitian dalam rangka menyempurnakan buku ajar mata kuliah sastra Tegalan,” kata dia.

Menurutnya, alasan memilih kumpulan puisi Ndoro Binyak, karena dipandang memiliki struktur dan nilai estetika yang berbeda dibanding dengan puisi berbahasa Indonesia.

“Harapanya untuk menemukan ciri khas atau unsur pembeda antara puisi Tegal dengan nasional. Pertama seperti pada aspek struktur dan nilai estetikanya,” terangnya.

Aspek struktur yang diteliti dalam membangun puisi meliputi bunyi, kata, dan sarana retorika.  “Antara puisi berbahasa Indonesia dan Tegalan bisa sama, namun nanti tergantung lebih memanfaatkan yang mana,” terang Tri Mulyana

Nilai estetika atau unsur keindahan puisi biasanya terlihat pada tiga hal yaitu bunyi, bentuk, dan makna. “Bunyi  misalnya dengan sajak, bentuk, dan dengan pembaitan. Sementara aspek makna misalnya dengan menyangkut majas atau gaya bahasa, metafora, atau hiperbola,” ujarnya.

Nantinya, tambah Tri Mulyana, setelah proses penelitian selesai dan diajarkan ke mahasiswa, rencananya hasil penelitian tersebut akan dijadikan materi seminar di kancah Internasional.

“Selain itu untuk materi seminar internasional, juga artikel jurnal internasioal. Harapanya bahasa Tegal bisa go internasional. Jadi salah satu upaya memartabatkan bahasa Jawa Tegalan,” pungkasnya.

Kumpulan Puisi Ndoro Binyak, disampaikan Lanang memiliki arti Tuan Berengsek. Hal itu dibuatnya hasil dari tragedi di Kota Tegal yang pada saat itu dipimpin oleh Wali Kota yang arogan.