Bahasa Tegal Direkomendasi Masuk Muatan Lokal
LAPORAN NINO MOEBI
Kamis, 06/12/2018, 00:16:19 WIB

Kongres II Bahasa Tegal menghasilkan rekomendasi bahasa Tegal masuk mulok (Foto: Nino)

PanturaNews (Tegal) - Lembaga Pengkajian dan Pengembangan (LPP) Bahasa Tegal, Jawa Tengah, merekomendasikan Bahasa Tegalan agar bisa masuk kurikulum pembelajaran muatan lokal (Mulok).

Rekomendasi tersebut, merujuk hasil Kongres II Bahasa Tegal yang dihadiri anggota LPP, instansi pemerintah terkait, Camat, Lurah, Kepsek, pengawas dan guru mengajar bahasa jawa se Kota Tegal, di Pesonna Hotel, Rabu 05 Desember 2018.

Ketua LPP Bahasa Tegal, Dr Maufur menerangkan, digelarnya Kongres II Bahasa Tegal bertujuan untuk merumuskan, memutuskan, hingga merekomendasikan Bahasa Tegalan sebagai upaya melestarikan serta mengembangkan bahasa daerah.

Sebab, dengan pertimbangan sudah menjadi bagian keseharian yang identik di masyarakat, satu rekomendasi formal yang disepakati yakni dimasukkannya Bahasa Tegal dalam Kurikulum bermuatan lokal mulai SD hingga SLTA.

Terkait proses perumusan dan teknis rekomendasi Kongres, lanjut Maufur, pihaknya juga melibatkan semua peserta dalam pembahasan yang akan diusulkan kepada Pemkot dan Pemprov Jateng.

Selain itu, dasar hukum yang menjadi acuan pengajuan rekomendasi Mulok Bahasa Tegalan juga akan disertai pembahasan Raperda, Perwal, penyelenggaraan lokakarya kurikulum bahasa tegal, menyiapkan kurikulum hingga SDM guru-guru serta buku bahan ajar.

Sekretaris LPP Bahasa Tegal, Haryo Guritno menambahkan, dalam pembahasan Bahasa Tegal sebagai rekomendasi Mulok pada Kongres II Bahasa Tegal, ternyata mendapat dukungan penuh dari pemerintah daerah. Hal itu, dibuktikan dengan hadirnya Kepala Disdikbud Provinsi Jateng dan Kepala Disdikbud Kota Tegal yang mengawal langsung proses kongres Bahasa Tegal.

"Mata pelajaran Bahasa Daerah, yang semula menggunakan dialek bahasa jawa Solo, akan lebih efektif jika diubah menjadi dialek Tegalan," kata Haryo.

Kongres menghadirkan tujuh narasumber yakni Prof. Dr Rustono, Prof. Dr Teguh, Dr. Burhan, Dr. Maufur, Irawan, Sisdiono Ahmad, dan Kepala Disdikbud Kota Tegal, Johardi.