Belasan Bakal Caleg di Brebes Kompak Mundur
LAPORAN TAKWO HERIYANTO
Jumat, 03/08/2018, 00:29:22 WIB

Ketua KPU Kabupaten Brebes, Muamar Riza Pahlevi (kanan)

PanturaNews (Brebes) - Meskipun belum memasuki tahap penetapan bakal calon legislatif (Bacaleg) jadi caleg, namun Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, menyebutkan ada puluhan bakal caleg yang menyatakan mengundurkan diri.

Bahkan, sejumlah Partai Politik (Parpol) juga mengganti belasan bakal calegnya, dengan berbagai alasan dan pertimbangan. Tak hanya itu, 4 orang bakal caleg juga diketahui pindah daerah pemilihan (Dapil), yakni sebanyak 4 orang bakal caleg.

Demikian disampaikan Ketua KPU Kabupaten Brebes, Muamar Riza Pahlevi, saat melakukan pengecekan berkas terhadap hasil akhir perbaikan persyaratan bacaleg, Kamis 2 Juli 2018 di kantornya.

Riza mencatat ada sebanyak 10 bakal caleg yang mengundurkan diri dan 12 bakal caleg lainya diganti oleh sejumlah parpol yang sebelumnya telah didaftarkan.

"Untuk bakal caleg yang mengundurkan diri, diantaranya berasal dari PKS satu orang, Perindo satu orang, PPP 2 orang, Partai Berkaya lima orang dan PBB satu orang," tutur Riza.

Terkait dengan bakal caleg yang pindah Dapil, lanjut Riza, itu semuanya berasal dari Partai Berkaya. Sementara, bacaleg yang diganti berasal dari PKS, Perindo,  PPP, Golkar, Hanura, Nasdem dan Berkarya. 

“Hasil perbaikan itu kemudian hari ini diproses untuk ditetapkan sebagai Daftar Caleg Sementara (DCS),” jelas Riza.

Menurut dia, hasil perbaikan itu juga diketahui ada 4 bacaleg yang pernah terkait kasus pidana umum. Sebab, mereka para bakal caleg yang pernah terlibat kasus pidana umum, sudah memenuhi syarat yang diatur dalam peraturan KPU, sehingga dinyatakan memenuhi syarat.

Akibat dari adanya puluhan bakal caleg yang mengundurkan diri, imbuh Riza, maka menyebabkan jumlah bakal caleg yang akan bertarung di kancah Pemilu tahun 2019 di Kabupaten Brebes menjadi berkurang.

"Kalau melihat data awal saat proses pendaftaran, jumlah total bakal caleg ada sebanyak 503 orang. Namun, setelah proses perbaikan ini berkurang menjadi 493 orang," terang Riza.