Balai Sangiran Lakukan Eskavasi Situs Bumiayu
LAPORAN ZAENAL MUTTAQIEN
Rabu, 11/07/2018, 17:39:36 WIB

Tim BPSMP Sangiran melakukan eskvasi atau penggalian di lokasi penemuan fosil purba di Situs Bumiayu (Foto: Zaenal Muttaqin)

PanturaNews (Brebes) - Balai Pelestarian Situs Manusia Purba (BPSMP) Sangiran kembali lakukan eskavasi atau penggalian lokasi penemuan fosil purba di Situs Bumiayu-Tonjong (Buton), di wilayah Kecamatan Bumiayu dan Tonjong, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Rabu 11 Juli 2018.

Ekskavasi penyelamatan oleh tim BPSMP Sangiran bersama tim Buton kali ini dilakukan pada fosil purba jenis Bovide di salah satu titik pada aliran Sungai Gintung yang ada di kawasan hutan di wilayah Dukuh Tengah Desa Galuhtimur, Kecamatan Tonjong.

Pengkaji Pengembangan Situs Manusia Purba BPSMP Sangiran, Wahyu Widiyanta mengatakan, situs Bumiayu merupakan situs tertua dibanding dengan sirus-situs lainnya yang ada di Jawa. Situs Bumiayu terletak paling barat yang dapat dibilang paling lama, sehingga pihak BPSMP Sangiran sangat tertarik untuk melakukan penelitian lebih lanjut.

"Situs di Bumiayu ini paling tua dan paling barat di Jawa, sehingga kami sangat tertarik dan berkepentingan untuk melakukan pelestarian dan penelitian," ungkap Wahyu.

Menurutnya, sebagai tertua Situs Bumiayu belum tertangani dengan semestinya. Itu karena saat ini banyak bermunculan situs-situs baru yang kadang sangat menjanjikan.

"Sekarang ini banyak bermunculan situs baru dan kadang menjanjikan," kata Wahyu.

Dikatakan, situs Bumiayu memiliki karakter yang sangat kuat sebagai situs tertua dan memiliki lokalitas yang banyak. Lokalitas tersebut banyak menyimpan temuan dan belum dilakukan eksplorasi secara maksimal.

"Hal itu yang mendasari kami dari BPSMP Sangiran berkeinginan untuk melakukan penelitian lebih lanjut terhadap Situs Bumiayu ini," terang Wahyu.

Tim BPSMP melakukan eskavasi Situs Bumiayu sejak tanggal 03 Juli 2018 dan rencananya hingga tanggal 14 Juli 2018 mendatang. Tim eskavasi terdiri 16 orang dan salah satunya merupakan peneliti dari Balai Arkeolgi (Balar) Yogyakarta.

Pada lokasi eskavasi telah ditemukan beberapa frgamen dari fosil purba jenis Bovidae yang merupakan jenis kerbau atau banteng purba. Sebelumnya, BPSMP juga telah melakukan konservasi dan identivikasi temuan yg telah dikumpulkan para pelstari Situs Buton.

Hasil identifiakasi yang telah dilakukan, Situs Bumiayu memiliki kondisi yang baik dengan data yang sangat bagus untuk ilmu pengetahuan. Sehingga BPSMP akan memberikan rekomendasi untuk ditindaklanjuti lagi.

"Untuk waktu dekat ini akan dilakukan sosialisasi kepada masyarakat akan potensi dan nilai penting dari cagar budaya Situs Bumiayu. Adanya temuan fosil gajah purba jenis Sinomastodon yang usianya antara dua juta hinga 1,5 juta tahun itu berarti Situs Bumiayu ini tertua," ucap Wahyu.

Kordinator tim pelestari Situs Buton H Rafli Rizal yang ikut mendampingi tim BPSMP Sangiran melakukan eskavasi mengatakan, keberadaan situs Bumiayu dan penemuan fosil-fosil itu telah diketahui serta tercatat di beberapa literatur geologi. Pada tahun 1920-an juga telah ditemukan berbagai fosil vertebrata, antara lain berupa kura-kura raksasa dan gajah purba atau Stegedon yang ditemukan di endapan aliran sungai.

"Fosil-fosil temuan itu kini tersimpan di Museum Geologi Bandung," ujarnya.

Saat ini fosil-fosil purba yang telah ditemukan lagi oleh tim pelestari disimpan di museum mini dalam kurun waktu empat tahun terakhir. Berdasarkan penelitian Balai Arkeologi Yogyakarta, fosil tersebut berasal dari zaman plestoisen tengah dengan perkiraan umur lebih dari satu juta tahun.

”Untuk spesies gajah lengkap, ada Sinomastodon, Stegodon dan Elephas,” ujarnya.

Selain gajah purba, fosil rahang badak, Tulang Kerbau, kepala buaya, gigi sapi, kepala dan tanduk Kerbau dan juga fosil gigi monyet serta sejumlah fosil binatang laut seperti turitella dan kerang laut.

"Seperti diungkapkan para peneliti fosil purba di situs Bumiayu ini tergolong paling tua," pungkas Rizal.