Ideologi Lokal (Pancasila) yang Masih Bertahan
Minggu, 10/06/2018, 23:57:02 WIB

Berbicara soal Pancasila, hampir semua elemen masyarakat mengetahui, bahwa Pancasila merupakan ideologi atau dasar negara kita. Namun, ada beberapa hal yang menjadi catatan untuk generasi saat ini. Dimana, sudahkah kita memposisikan Pancasila sebagai dasar negara?

Setiap manusia tentu memiliki cara pandang tersendiri dalam hidup, yang akan menuntun langkahnya dalam mencapai tujuan. Pandangan tersebut dalam konsep yang lebih dalam dikenal dengan ideologi. Ideologi bukan hanya di miliki oleh manusia, namun juga negara-negara di dunia.

Ideologi negara tentunya didapatkan dari para pemikir founding fathers tiap negara, dan menjadi hal yang penting, karena negara merupakan kumpulan kesatuan manusia (warga negara) yang memiliki pandangan hidup yang berbeda-beda, sehingga diperlukan penyesuaian pandangan hidup, dan pada akhirnya terbentuklah pandangan hidup kelompok yang dapat mengakomodasi berbagai kepentingan, terutama kepentingan yang bertujuan mencapai kesejahteraan bersama dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Ada beberapa macam ideologi yang berkembang di belahan dunia, seperti, liberalisme, kapitalisme, sosialisme, konservatisme, fasisme, anarkisme, nasionalisme, Pancasila dan masih banyak lagi ideologi yang lainnya. Pemilihan Pancasila sebagai ideologi Indonesia, yang merupakan ideologi lokal satu-satunya produksi sendiri dan sampai saat ini masih tetap bertahan eksistensinya dalam kondisi apapun.

Hal ini tentunya bukanlah suatu alasan yang jelas, karena Pancasila sebagai ideologi bersifat terbuka, artinya ideologi Pancasila dapat mengikuti perkembangan yang terjadi pada negara lain yang memiliki ideologi yang berbeda dengan Pancasila dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat. Hal ini disebabkan karena ideologi Pancasila memiliki nilai-nilai seperti : nilai dasar, nilai instrumental, dan nilai praksis.

Selain itu, Pancasila bukan merupakan ide baru atau perenungan suatu kelompok atau golongan tertentu, melainkan Pancasila berasal dari nilai-nilai yang di miliki oleh bangsa.

Menurut saya, yang menjadikan ideologi pancasila hingga sampai saat ini masih tetap bertahan adalah karena ideologi yang dibuat berdasarkan atas murni dari para pemikir lokal, yakni asli pribumi. dengan demikian akan sangat mudah diterima dan mampu memposisikan dirinya di seluruh lapisan serta unsur-unsur bangsa secara keseluruhan.

Oleh karena itu, ciri khas Pancasila memiliki kesesuaian dengan bangsa Indonesia. Sehingga tidak mudah terintervensi oleh ideologi-ideologi yang mencoba mengubah pancasila bergeser ke ideologi yang lainnya. Padahal indonesia merupakan tempat pergumulan ideologi yang paling seru pada zamn orde baru.

Tapi, lagi-lagi dengan kesaktiannya pancasila tetap bertahan, yang pada waktu itu melawan komunisme, kapitalisame, liberalisme dan lainnya.  Pancasila mempersilahkan negara lain untuk menggunakan ideologi tersebut, hingga saat ini belum ada negara selain indonesia sendiri yang tertarik dengan ideologi pancasila sebagai dasar negaranya.

Kebanyakan negara-negara didunia menerapkan ideologi, yang bukan di ciptakan oleh negaranya sendiri. Seperti contoh di negara lain yang meliputi : Cina, Korea Utara, Laos, Vietnam, mereka menganut komunis atau marxisme yang merupakan racikan ideologi yang berasal dari pemikiran Lenin.

Dewasa ini perkembangan zaman telah memberikan berbagai perubahan dalam kehidupan masyarakat kita. Derasnya modernisasi yang tidak dapat terbendung mulai merubah pola tingkah masyarakat, akibatnya Pancasila mulai sedikit di tinggalkan. Eksistensinya seolah-olah tak lebih dari sekedar symbol negara. Ditambah lagi dengan gejolak maraknya keributan atas nama agama, dan isu pendirian negara islam indonesia, serta keadilan yang tidak lagi berpihak pada kebenaran.

Padahal sejak kecil kita sudah di ajarkan mengenai pancasila dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Masuknya budaya-budaya baru yang dikemas dengan isu modernisasi membuat indonesia kehilangan jati dirinya. Tidak mengherankan jika sekarang banyak ditemui perilaku masyarakat yang kurang sesuai dari pancasila.

Bahkan, untuk saat ini sebagian warga negara pun ada yang tidak lagi hafal isi pancasila yang selalu dibacakan dalam setiap upacara bendera. Penurunan pemahaman terhadap pancasila dapat mengancam negara kesatuan republik indonesia (NKRI), untuk itu perlu adanya upaya dalam membangkitkan semangat pemahaman dan pengalaman pancasila.

Nilai-nilai pada ideologi negara tersebut harus tetap diajarkan dibangku sekolah dan generasi muda melalui budi pekerti luhur. Selain itu juga, perlu adanya gerakan penguatan dan pemahaman pancasila dengan melibatkan organisasi masyarakat, termasuk organisasi keagamaan.

Negara yang maju karena komitmen terhadap ideologinya. Semoga generasi milenieal ini lebih komitmen, menghayati, dan mampu mengimplementasikan  terhadap nilai-nlai yang terkandung dalam tubuh pancasila. Sehingga apa yang dicita-citakan oleh bangsa indonesia bukan hanya sekedar angan-angan belaka, tapi sebuah kenyataan yang akan membawa pada perubahan besar.

(Muhamad Rifai adalah kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Ibnu Sina Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah)