Ratusan Pemilik Badan Usaha Dipanggil Kejaksaan
LAPORAN TAKWO HERIYANTO
Rabu, 16/05/2018, 11:45:08 WIB

Ilustrasi

PanturaNews (Brebes) - Ratusan pemilik badan usaha di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, dipanggil Kejaksaan Negeri (Kejari) setempat. Pemanggilan pemilik badan usaha itu dilakukan, karena belum mendaftarkan para pekerjanya kedalam program BPJS Ketenagakerjaan, Rabu 16 Mei 2018.

"Ada sebanyak 441 badan usaha di Kabupaten Brebes yang belum mendaftarkan para pekerjanya," ujar Kepala Seksi Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun) Kejari, Brebes, Ariyanto.

Dia menjelaskan, berdasarkan data BPJS Ketenagakerjaan, dari jumlah total sekitar 441 badan usaha baik dari perusahaan, yayasan atau lainnya, baru 20 persen yang telah mendaftarkan pekerjanya pada program wajib tersebut.

Namun demikian, kata dia, saat ini Kejari Brebes telah mendandatangani nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU), tentang badan usaha wajib mendaftarkan pekerjanya pada program BPJS Ketenagakerjaan.

"MoU ini tertuang dalam Nomor Surat Kuasa Khusus SKK/003-019/042018," terangnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, sedikitnya terdapat 104 buah badan usaha di Kabupaten Brebes telah dipanggil untuk hadir mengikuti kegiatan MoU tersebut. Sementara, 337 badan usaha lainnya akan dijadwalkan pemanggilan ke Kejari Brebes.

"Jadi, semua badan usaha, baik itu yayasan pendidikan, toko bangunan, atau lainnya wajib menyertakan para pekerjanya dalam BPJS Ketenagakerjaan," jelasnya.

Apabila, lanjut dia, suatu badan usaha tidak mendaftarkan pekerjanya dalam BPJS Ketenagakerjaan, maka bisa dikenakan sanksi.

Sanksi tersebut, salah satunya ialah pihak Kejaksaan mewakili BPJS Ketenagakerjaan, bisa meminta pemerintah daerah untuk menunda atau memberhentikan sementara pelayanan publik.

"Yang jelas, kalau badan usaha tidak mendaftarkan ke BPJS Ketenagakerjaan, itu bisa saja dianggap pelanggaran. Karena demi mewujudkan kepastian hukum untuk perlindungan sosial terhadap tenaga kerja," tuturnya.

Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Brebes, Agus Pandu Indra Putra membenarkan, jika ratusan badan usaha di Brebes belum terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan.

Saat ini, imbuh dia, pihaknya baru memangil 104 badan usaha. Di mana, semua badan usaha tersebut yang tersebar di Kecamatan Wanasari dan Kecamatan Brebes. Sedangkan sisanya, dalam waktu dekat pihaknya akan kembali melakukan pemanggilan.

"Tentu, kami berharap setelah pemanggilan, semua badan usaha yang belum terdaftar bisa segera mendaftarkan para tenaga kerjanya ke BPJS. Sehingga mereka (tenaga kerja) memiliki jaminan sosial dan perlindungan yang layak," tandasnya.