Oknum Polisi Pelaku Penembakan Divonis 13 Tahun
LAPORAN JOHARI
Rabu, 14/02/2018, 09:07:18 WIB

Divonis 13 tahun, Eka (baju putih) dikawal Petugas Kejaksaan dan Provos (Foto: Johari)

PanturaNews (Tegal) - Brigadir Eka Satya Hari Prascaya, oknum anggota Polres Surakarta, Jawa Tengah, terdakwa kasus penembakan yang mengakibatkan meninggalnya Ragiman alias Warin (38) warga Kelurahan Tegalsari, Kecamatan Tegal Barat, Kota Tegal, Jawa Tengah, dalam sidang putusan yang digelar di Pengadilan Negeri (PN )Tegal, dihukum 13 tahun penjara dipotong masa tahanan, Selasa 13 Februari 2018.

Putusan itu sama persis dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Depati Herlambang, SH dan Risky Fani Ardiansyah, SH yang pada sidang sebelumnya menuntut terdakwa dengan hukuman penjara 13 tahun dipotong masa tahanan.

Ketua majelis hakim, Elsa Lina Br Purba, SH, MH didampingi hakim anggota Frans Effendi Manurung, SH, MH dan Haklainul Dunggio, SH, dalam amar putusan mengatakan terdakwa terbukti sebagaimana dalam dakwaan promer yakni pasal 338 KUHP yang mengatakan, ‘Barang siapa dengan sengaja menghilangkan nyawa orang lain, karena bersalah telah melakukan pembunuhan’.

Hal yang memberatkan, membuat duka yang bagi keluarga korban dan terdakwa tidak pernah minta maaf pada keluarga korban.  Hal yang meringankan, terdakwa mengakui perbuatannya, masih muda, sopan dalam persidangan dan punya keluarga. Atas putusan itu, terdakwa dan JPU menyatakan pikir-pikir.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kamis tanggal 28 September 2017 sekitar pukul 03.00 WIB, di halaman parkir Hotel Karlita Internasional Jalan Brigjen Katamso No. 31 Kelurahan Tegalsari, Kecamatan Tegal Barat, Kota Tegal, Jawa Tengah, terdakwa dengan sengaja menghilangkan nyawa Ragiman alias Warin (38), warga Jalan Blanak, Kelurahan Tegalsari Gang 10 Nomor 22  RT 08/01, Kecamatan Tegal Barat, Kota Tegal.

Hal itu dilakukan karena terdakwa ingin melerai temannya yang dikeroyok oleh teman korban. Merasa terdesak, akhirnya terdakwa mengeluarkan senjata api  jenis pistol dan ditembakan ke dada kiri korban, sehingga korban meninggal dunia (MD) di lokasi kejadian.