Santri Didorong Menjadi Penulis untuk Dakwah
LAPORAN ZAENAL MUTTAQIEN
Jumat, 12/01/2018, 03:07:05 WIB

Ali Muakhir (kanan) saat berbicara di seminar kepenulisan "Membangun Tradisi Menulis Santri Menuju Dakwah Negeri" di Ponpes AL Hikmah 2 Benda (Foto: Zaenal Muttaqin)

PanturaNews (Brebes) - Santri yang sehari-hari mendalami ilmu agama di Pondok Pesantren (Ponpes), diharapkan dapat ikut andil dalam mensyiarkan agama Islam kepada masyarakat melalui tulisan. Hal itu disampaikan Ali Muakhir, peraih piagam Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai penulis buku terbanyak, saat berbicara dalam kegiatan Seminar Kepenulisan di Ponpes Al Hikmah 2 Benda, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Jumat 12 Januari 2018.

"Santri memiliki peluang untuk menulis terutama untuk dakwah kepada masyarakat," kata Ali Muakhir yang juga alumni dari Ponpes Al Hikmah ini.

Seminar dengan tema "Membangun Tradisi Menulis Santri Menuju Dakwah Negeri" digelar di Ponpes terbesar di Kabupaten Brebes itu untuk mendorong santrinya dapat menulis. Ali yang juga sebagai Book Creator dan Bloger ini memberikan beberapa tips kepada para peserta seminar untuk bisa menjadi penulis.

"Saya ini alumni dari pesantren Al Hikmah ini dan dapat menjadi penulis, maka kalian santri semua tentu juga dapat menjadi penulis," katanya.

Menurutnya, untuk memulai menjadi menulis santri harus memperhatikan tiga hal sebagai persiapan. Yakni sebelum menulis, saat menulis dan setelah menulis. Selanjutnya ketika akan menulis hendaknya memiliki niat dan tujuannya menulis.

"Niat itu penting agar tulisannya nanti juga menjadi ibadah dan bermanfaat bagi semua orang," kata Ali yang telah menulis lebih dari 300 buku ini.

Dikatakan, untuk dapat menjadi penulis santri harus banyak membaca untuk menambah wawasan, membuka cakrawala dan menjadi bahan bagi tulisannya. Penting pula ketika akan menulis membuat konsep yang meliputi jenis tulisan yang akan dibuatnya.

"Tulisan itu bisa bentuknya fiksi atau non fiksi, juga tulisan itu untuk umum atau untuk anak, remaja atau lainnya," jelas Ali.

Ali juga mengingatkan kepada para santri pentingnya menulis. Melalui tulisan seseorang menjadi lebih eksis dan bermanfaat bagi orang lain. Lebih dari itu menulis juga dapat menjadi sumber penghasilan.

"Aku menulis maka aku ada, artinya kalau kita tidak mau menulis sama saja tidak ada manfaatnya akan keberadaan kita," tutur Ali memberi semangat.

Seminar dipandu oleh moderator, Taufiq Setiaudin yang sehari-hari menjadi dosen di Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al Hikmah 2. Peserta yang terdiri dari para santri dan almuni Al Hikmah 2 ini nampak antusias mengikuti seminar, itu nampak dari banyaknya peserta yang berebut untuk mendapat kesempatan bertanya pada pemateri.