Zainut Tauhid: Kualitas Guru Harus Meningkat
Laporan Zaenal Muttaqin
Kamis, 07/12/2017, 06:21:42 WIB

Anggota DPR MPR RI, Drs Zainut Tauhid Sa'adi MSi saat melakukan kunjungan ke Pondok Pesantren Al Hikmah 1 Benda (Foto: Zaenal Muttaqin)

PanturaNews (Brebes) - Peningkatan kesejahteraan guru harus diimbangi dengan peningkatan kualitas pendidikan. Hal itu ditegaskan anggota DPR MPR RI, Drs Zainut Tauhid Sa'adi MSi saat melakukan kunjungan ke Pondok Pesantren Al Hikmah 1 Benda Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Kamis 07 Desember 2017.

"Tantangan siswa-siswi dan santri makin besar dengan dengan perkembangan teknologi informasiyang pesat, dan itu menuntut peningkatan kualitas guru," katanya.

Menurutnya, untuk mengimbangi tantangan tersebut harus diimbangi pula dengan media belajar yang memadai. Para guru sebagai pendidik juga harus dapat mengikuti kemajuan teknologi dan pembelajaran juga tepat.

"Media belajar harus memadi dan guru juga harus mengimbangi," ujar Zainut.

Dikatakan, mencerdaskan rakyat adalah tugas dan tanggung jawab negara. Tugas itu ada di kontitusi yang mengamanatkan anggaran pendidikan sebesar 20 persen dari jumlah seluruh anggaran.

"Total naggaran itu harus dikeluarkan pemerintah termasuk untuk gaji para guru," terang Zainut.

Peningkatan kualitas pendidikan dibarengi dengan peningkatan kualitas guru yang baik. Untuk mencapai kualitas tersebut harus didukung dengan peningkatan kesejahteraannya.

"Sumber Daya Manusia (SDM) itu ditentukan oleh bagaiman guru dalam mendidiknya," ucap Zainut.

Pemerintah telah melakukan upaya peningkatan itu dengan beberapa program. Diantaranya dengan program sertifikasi, impasing dan tunjang profesi guru. Program itu dimaksudkan agar guru sejahtera dan dapat lebih fokus dalam mencerdaskan anak bangsa.

Meski begitu diyakini masih banyak kekurangan dan belum cukup, karena masih ada yang belum tersentuh. Apalagi dengan persayaratan yang tidak mudah, seperti untuk mendapatkan sertifikasi harus memiliki ijazah sarjan.

"Bagaimana dengan guru yang sudah bertahun-tahun mengajar dan tidak memiliki ijazah kesarjanaan," ungkap Zainut, politis dari Partai Pesatuan Pembangunan (PPP) ini.

Untuk itu diperlukan perhatian dengan program khusus dengan tidak mengkhususkan pada kelompok-kelompok tertentu saja.

"Itu harus ada solusi karena mereka juga berhak untuk mendapatkan perhatian dari pemerintah," tegas Zainut yang juga menjabat sebagi wakil ketua umum Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Kedatangan Zainut ke Ponpes Alhikmah dalam rangka reses. Pada acara pemaparan di hadapan para guru dan santri di Ponopes tersebut, juga disampaikan masalah penanaman nilai-nilai Pancasila.

Ikut serta dan sempat memberikan sambutan pada kegiatan itu, Pengasuh Ponpes Al Hikmah 1, KH Labib Shodik Sukhaemi.