Gas 3 Kg Langka, Pasokan Untuk Penyalur Dikurangi
Laporan Takwo Heriyanto
Rabu, 06/12/2017, 10:31:39 WIB

Ilustrasi

PanturaNews (Brebes) - Gas bersubsidi ukuran 3 Kg mengalami kelangkaan di sejumlah daerah di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Akibatnya, masyarakat terutama pengusaha menengah ke bawah maupun ibu rumah tangga mengeluh, lantaran keberadaan gas melon itu sulit didapatkan.

Tentunya, akibat kelangkaan gas bersubsidi itu, membuat harga di tingkat pengecer cukup melambung tinggi hingga mencapai Rp 25 ribu.

"Sudah satu pekan lebih, tempat kami tidak mendapatkan pasokan gas 3 kg. Sebelumnya hampir setiap hari kami mendapat kiriman dari penyalur," ujar Tarsono, salah seorang pengecer gas Elpiji 3 kg di Alun-alun Brebes, Rabu 6 Desember 2017.

Menurut dia, gas bersubsidi yang didapat dari penyalur dijual dengan harga kisaran Rp 20 ribu. Akan tetapi, lantaran tidak mendapatkan kiriman gas melon  dari penyalur, sehingga tidak ada stoknya.

"Di tempat lain ada yang stok gas 3 kg-nya masih. Itupun dijual dengan harga Rp 25 ribu," tuturnya.

Terpisah, Kasubag Sumber Daya Alam dan Energi Bagian Perekonomian Setda Brebes, Karim mengatakan, kelangkaan gas bersubsisi di sejumlah daerah di Kabupaten Brebes, disebabkan karena adanya pengurangan pasokan gas elpiji subsidi tersebut di tingkat agen.

Menurutnya, dari 17 agen yang ada, total pengurangannya hingga mencapai 2.240 tabung. Pengurangan tersebut untuk mengantisipasi lonjakan permintaan gas subsidi di libur Natal dan Tahun Baru nanti.

"Pengurangan gas 3 kg di tingkat agen yang ada di Kabupaten Brebes sejak Oktober lalu," katanya.

Jumlah pengurangannya, lanjut dia, mencapai 38.080 per bulannya. Dimana jumlah pengurangan sebanyak 2.240 tabung di 17 agen yang ada di Kabupaten Brebes.

"Sebulannya tiap agen bisa mengalami pengurangan 4-5 LO (per LO mencapai 560 tabung-Red)," jelasnya.

Dia menganggap, gas bersubsidi masih banyak digunakan masyarakat yang mampu. Mereka seharusnya menggunakan gas non subsidi, sehingga sering kali gas 3 kg mengalami kelangkaan.

"Ya, kebanyakan masyarakat yang mampu masih mencari gas subsidi untuk kebutuhan sehari-hari, jadi belum beralih ke gas non subsidi," ungkapnya.

Meski begitu, pemerintah juga telah mendisitribusikan gas non subsidi warna ungu ke masing-masing kecamatan, dengan harga yang cukup tinggi di banding gas subsidi.

Dia juga memastikan pasca libur Natal dan Tahun Baru suplai gas 3 kg akan kembali normal. Karenanya, masyarakat tidak perlu resah akan ketersediaan gas elpigi 3 kg selama beberapa bulan terakhir.