Sidang Kasus Penembakan Oknum Polisi Mulai Digelar
Laporan Johari
Rabu, 06/12/2017, 12:35:29 WIB

Oknum anggota Polri pelaku penembakan menjalani sidang perdana di PN Tegal (Foto: Johari)

PanturaNews (Tegal) - Sidang perdana kasus penembakan dengan terdakwa oknum anggota Polri, Brigadir Setya Eka Hari Prascaya, digelar perdana di Pengadilan Negeri  (PN) Tegal, Selasa 05 Desember 2017.

Ketua majelis hakim, Elsa Lina Br Purba, SH, MH didampingi hakim anggota Frans Effendi Manurung, SH, MH dan Haklainul Dunggio, SH. Jaksa Penuntut Umum (JPU), Risky Fani Ardiansyah, SH. Sementara terdakwa didampingi penesahat hukum dari Posbakum, Joko Santoso, SH.

JPU Risky Fani Ardiansyah dalam dakwaan setebal enam halaman, menjerat terdakwa dengan pasal berlapis yakni pasal 338, 351 dan 354 KUHP dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara.

Disebutkan, Kamis tanggal 28 September 2017 sekitar pukul 03.00 WIB, di halaman parkir Hotel Karlita Internasional Jalan Brigjen Katamso No. 31 Kelurahan Tegalsari, Kecamatan Tegal Barat, Kota Tegal, Jawa Tengah, terdakwa dengan sengaja menghilangkan nyawa Ragiman alias Warin (38), warga Jalan Blanak, Kelurahan Tegalsari Gang 10 Nomor 22 RT 08/01, Kecamatan Tegal Barat, Kota Tegal.

Kejadian bermula hari Rabu 27 September 2017 sekitar pukul 23.30 WIB, terdakwa bersama dengan temannya Nolanjar alias Anjar, mencari hiburan malam di Zodiak Diskotik Komplek Hotel Karlita. Ketika hiburan usai sekitar pukul 03.00 WIB, Anjar dikeroyok oleh beberapa orang tak dikenal di tempat parkiran. Mendengar temannya sedang dikeroyok, terdakwa lari untuk menghampiri untuk melerai. 

Ketika terdakwa melerai, ternyata segerombolan orang tersebut malah berusaha memukul terdakwa dengan mendorongnya. Selanjutnya terdakwa mengeluarkan sepucuk senjata api jenis Pistol merk HS CROTIA Nomor H 204255 dari dalam tas kecil yang dikalungkan di dada. Lantas menodongkan sepucuk senjata api tersebut ke arah korban Ragiman menggunakan tangan kanan dan berkata, Jangan macam-macam.

Melihat kejadian tersebut, Saksi M. Raisul menanyakan kepada terdakwa dengan berkata, Anda dari Polres mana, dijawab oleh terdakwa dari Polda sambil menodongkan sepucuk senjata api ke arah M. Raisul dan Ragiman.

Tidak lama kemudian terdakwa langsung menembakan senjata api tersebut ke arah dada kanan Ragiman hingga menembus. Akibatnya korban Ragiman sempoyongan dan roboh ke arah kanan lalu tersungkur ke lantai, dan dari mulutnya terdengar dengkuran (suara nglokor) dengan posisi badan tengkurap.

Dalam posisi sudah jatuh, kepala Ragiman ditendang beberapa kali oleh terdakwa sambil menodongkan pistol ke arah saksi Heri Dianta, yang saat itu posisinya tidak jauh dari Ragiman.

Saksi M Raisul menujuk ke arah terdakwa sambil berkata, kenapa menembak. Anda jangan seperti itu, Anda dari Polres mana, dan terdakwa menjawab, Saya dari Polres Semarang, sambil pergi meningalkan lokasi penembakan menuju ke mobil dan melarikan diri.

Akibat perbuatan terdakwa, korban Ragiman meninggal dunia. Sidang ditunda Selasa pekan depan dengan agenda eksepsi dari pensehat hukum, dilanjutkan keterangan sejumlah saksi.

Untuk menjaga kondusifitas jalannya sidang, ratusan aparat kemanan dari Polres Tegal Kota siap siaga untuk menjaga hal-hal yang tidak diinginkan, dipimpin langsung Kapolres Tegal Kota, AKBP Semmy Ronny Thabaa SE.