Komisioner KPU Ditolak Masuk di Pelantikan Bupati
Laporan Takwo Heriyanto
Rabu, 06/12/2017, 12:25:49 WIB

Bupati dan Wakil Bupati Brebes dilantik Gubernur di Wisma Perdamaian, Semarang (Foto: Dok/Takwo Heryanto)

Panturanews (Brebes) - Lima komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, tidak diperkenankan masuk ruangan saat pelantikan Bupati Brebes, Hj Idza Priyanti dan Wakil Bupati Brebes, Narjo periode 2017-2022, di Wisma Perdamaian Kota Semarang, kemarin.

Padahal, KPU sebagai penyelenggara Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Brebes beberapa waktu lalu. Lantaran ketidakprofesionalan dari pihak panitia pelantikan, lima komisioner KPU yang salah satu diantaranya adalah Ketua KPU Brebes, Muamar Riza Pahlevi bersama anggotanya melakukan aksi walk out.

Aksi keluar ruangan pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Brebes itu, dilakukan lantaran undangan yang didapat KPU sebagai tamu undangan, berada diluar ruangan pelantikan, sehingga ditolak masuk ruangan dan lebih memilih meninggalkan acara pelantikan.

Padahal saat sambutannya, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menyampaikan terima kasih kepada KPU, selaku penyelenggara pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Brebes, dapat berjalan dengan sukses, tanpa adanya hambatan yang berarti.

"Kami sebenarnya dapat undangan resmi, namun oleh panitia tidak boleh masuk. Kami boleh menghadiri tetapi hanya di luar, jadinya kami berlima walkout," ujar Ketua KPU Kabupaten Brebes, Muamar Riza Pahlevi, Selasa 5 Desember 2017.

Reza menjelaskan, sebelumnya rombongan KPU sempat masuk ke dalam ruangan pelantikan. Namun, ternyata kursi yang sedianya untuk mereka sudah ditempati orang lain.

"Ternyata kode undangan yang kami terima adalah R, yang artinya undangan di luar," terangnya.

Adanya persoalan tidak diperkenankannya lima komisioner KPU itu, ternyata mendapat sorotan dari pimpinan DPRD Brebes. Salah satunya dari Wakil Ketua DPRD Brebes, Sudono.

Pihaknya menyayangkan atas kinerja panitia pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Brebes, dikarenakan acara tersebut masih rangkaian dari proses penyelenggaraan Pilkada Brebes.

Selain dianggap mengecewakan, Pimpinan dewan dari partai Golkar ini, juga menyoroti kinerja protokoler Pemkab Brebes yang tidak pernah rapi.

“Beberapa kali kejadian pernah dialami lembaga seperti lembaga kami (DPRD-red). Salah satunya pimpinan dewan yang diusir saat sesi foto bersama dengan Forkompinda, usai upacara HUT Kemerdekaan RI beberapa waktu lalu,” ucapnya.

Sementara Bupati Brebes, Hj Idza Priyanti menyampaikan permohonan maafnya secara pribadi kepada seluruh komisioner KPU Brebes, atas kekurangan yang dilakukan pihak panitia penyelengara pelantikan Bupati dan Wakil Bupati di Semarang.

"Saya secara pribadi mohon maaf kepada KPU atas kekurangan yang dilakukan pihak panitia penyelengara pelantikan Bupati dan Wakil Bupati, di Semarang kemarin,” tuturnya.

Menyikapi hal itu, Sekda Brebes, selaku Ketua Panitia pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Brebes, Emastoni Ezam mengaku, ada kesalahan dari protokoler Propinsi Jawa Tengah, yang mempersilahkan tamu di luar masuk ke dalam ruangan pelantikan.

“Sementara kaitan undangan yang diterima KPU sebagai undangan di luar ruangan pelantikan, dikarenakan adanya kesalahan teknis semata, bukan karena kesengajaan panitia,” katanya.

Terkait kinerja protokoler Pemkab Brebes, Sekda mengatakan jika seluruh anggota protokoler setiap tiga bulan sekali digelar kursus keprotokoleran. "Tapi, soal sikap kinerja petugas protokoler, kembali ke SDM masing-masing dan kami akan melakukan evaluasi," tandasnya.