Dewi: Sebaiknya Pakai Alat KB Sesuai Saran Dokter
Laporan SL Gaharu
Minggu, 05/11/2017, 02:50:14 WIB

Peserta sosialisasi mengucapkan salam KB (atas), Edi Suripno menyerahkan hadiah (bawah kanan) dan dua nara sumber Dewi Aryani dan Wagino (Foto: Dok/Gaharu/Erin)

PanturaNews (Tegal) - Seorang warga Kelurahan Keturen, Kecamatan Tegal Selatan, Kota Tegal, Jawa Tengah, Wartini (42) bertanya bahwa anaknya yang baru menikah dan baru punya anak satu, ketika menggunakan alat kontrasepsi Keluarga Berencana (KB) jenis Pil justru mengalami menstruasi terus menerus.

“Bukan hanya menstruasi terus menerus, bahkan anak saya mengeluh kepalanya pusing terus. Ini solusinya bagaimana,” katanya.

Pertanyaan Wartini itu ditujukan kepada dua nara sumber Sosialisasi Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) Kreatif Program Keluarga Berencana (KB) kerjasama BKKBN pusat dan BKKBN Jawa Tengah dengan Event Organizer (EO) PT Stars Yudhatama, yakni Anggota Komisi 9 DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, DR. Dewi Aryani, MSi dan Kepala BKKBN Provinsi Jawa Tengah, Wagino SH,M.Si di Lapangan Sepakbola Kelurahan Keturen, Kecamatan Tegal Selatan, Kota Tegal, Minggu 05 November 2017 siang.

Atas pertanyaan yang dilontarkan pada sesi Talk Show acara tersebut, Dewi Aryani yang akrab disapa DeAr ini menjawab, untuk wanita yang baru punya satu anak, sebaiknya menggunakan alat kontrasepsi KB spiral karena sewaktu-waktu jika ingin hamil bisa dicopot. Menurutnya, alat kontrasepsi KB suntik, adalah pengendali hormone. Jadi kalau tidak cocok bisa menimbulkan efek yang tidak diinginkan.

“Sebaiknya dihentikan karena bisa berbahaya. Konsultasikan ke dokter, dan ganti dengan alat kontrasepsi KB seperti spiral atau yang lainnya sesuai dengan saran dokter atau bidan,” saran politisi PDI Perjuangan yang berangkat ke DPR RI dari Dapil Jawa Tengah IX (Kota Tegal, Kabupaten Tegal, Kabupaten Brebes).

Sementara penanya lainnya, warga Kelurahan Randugunting, Kecamatan Tegal Selatan, Kota Tegal, Sugeng Haryono (60) menyampaikan bahwa tetangganya menggunakan alat kontrasepsi KB Pasektomi, tapi malah istrinya hamil. Pertanyaanya, kenapa itu bisa terjadi dan apakah mengakibatkan vitalitas pria menurun?. Diapun meminta agar sosialisasi KB lebih digencarkan seperti tahun 80-an.

Menjawab pertanyaan itu, Kepala BKKBN Provinsi Jawa Tengah, Wagino menjelaskan bahwa setelah pemasangan Pasektomi atau alat kontrasepsi MOP, memang memerlukan waktu untuk berhubungan dengan istri. Menurutnya, setelah pemasangan, masih ada sisa sehingga istri bisa hamil.

“Alat kontrasepsi MOP, justru meningkatkan vitalitas pria. Kalau sebelum pasang MOP hanya kuat seminggu dua kali, ini bisa meningkat menjadi seminggu lima kali. Perlu diketahui, bahwa semua alat kontrasepsi ada efek sampingnya,” ujar Wagino yang disambut tepuk tangan perserta sosialisasi KB.

Untuk menggencarkan sosialisasi KB, saat ini dilakukan langsung turun ke masyarakat. Kalau pada tahun 1980-an, TVRI sebagai televisi pemerintah sangat gencar melekukan sosialisasi. Tapi saat ini, BKKBN kurang melakukan sosialisasi lewat media televisi.

“Bayarnya sangat mahal. Di TVRI Jawa Tengah saja, satu jam bayarnya Rp 10 juta. Mudah-mudahan dengan dibantu Bu Dewi Aryani, karena ini program pemerintah, biaya bisa dimurahkan,” harap Wagino.

Pada acara Talk Show sosialisasi KB ini, berbagai pertanyaan dilontarkan beberapa peserta, langsung mendapat jawaban dari Dewi Aryani dan Wagino sebagai nara sumber. Dan kepada para penanya ini, juga diberi doorprize alat-alat elektronik seperti mixer kue, kipas angin, dispenser, rice cooker, kompor gas, pemanas air dan hadiah utama sebuah Handphone Android. Acara dihadiri lebih dari 200 warga se Kecamatan Tegal Selatan, Kota Tegal.

Sosialisasi Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) Kreatif Program Keluarga Berencana dihadiri Anggota Komisi 9 DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, DR. Dewi Aryani dan Kepala BKKBN Provinsi Jawa Tengah, Wagino SH,M.Si sebagai nara sumber, Ketua DPRD Kota Tegal yang juga Ketua DPC PDIP Kota Tegal, H Edi Suripno, SH,MH beserta istri, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Diah Triastuti SH, perwakilan Camat Tegal Selatan, Duryani SH, Kepala Kelurahan Keturen, Urip Setianto dan puluhan kader PDI Perjuangan Kota Tegal.

Dalam sambutanya, Ketua DPC PDIP Kota Tegal, H Edi Suripno mengatakan bahwa urusan KB, bagi sebagian masyarakat kadang dianggap penting, dan sebagian masyarakat menganggap yang kadang membuat sewot. Lalu masyarakat yang sudah terlanjur punya banyak anak, menganggap tidak ada gunanya lagi ikut sosialisasi KB.

“Sebetulnya persoalan KB bukan hanya mengatur dua anak cukup, tapi mengatur bagaimana membuat keluarga yang harmonis dan bahagia dengan terencana. Sosialisasi KB penting untuk diikuti, agar masyarakat tahu bagaimana mengunakan alat kontrasepsi yang baik,” jelas H Edi Suripno yang akrab disapa Uyip dengan diselingi cerita lucu seputar KB.

Sosialisasi dibuka dengan menampilkan kesenian tradisional yakni Tari Gambyong dan Tari Prawiro Watang yang dibawakan anggota Sanggar Seni Perwita Sari Tegal. Penampilan kesenian tradisional itu, dimaksudkan untuk menumbuhkan generasi berencana melalui seni tradisi dan budaya kepada masyarakat luas.

Berikutnya sosialisasi KIE Kreatif akan digelar di Lapangan Sepakbola Kelurahan Sumurpanggang, Kecamatan Margadana, Kota Tegal, Senin 6 November 2017 mulai pukul 09.00 WIB.