Gubernur Jateng Butuh Terobosan, Bukan Pencitraan
Laporan SL Gaharu
Kamis, 12/10/2017, 05:41:21 WIB

Bakal Calon Gubernur Jawa Tengah, Dr. H. Ferry Juliantono saat memberi keterangan kepada wartawan (Foto: Dok/Tim)

PanturaNews (Purbalingga) - Bakal Calon Gubernur Jawa Tengah 2018-2023 dari Partai Gerindra, Dr. H. Ferry Juliantono menyatakan, bahwa Gubernur Jawa Tengah butuh terobosan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, bukan hanya sekedar pencitraan saja.

"Sudah nggak jaman pencitraan, tapi harus ada terobosan nyata dari Gubernur Jawa Tengah untuk meningkatkan taraf hidup masyarakatnya, jangan sibuk mboten ngapusi dan mboten korupsi aja," terang Ferry yang juga Wakil Ketua Umum Gerindra ini saat menggelar acara sosialisai dengan ZPC dan PAC Partai Gerindra se Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, Kamis 12 Oktober 2017 siang.

Ditegaskan Ferry, Jawa Tengah butuh Harapan, Arah dan Pemimpin baru, dan dapat menjadi problem solver atau mampu mengatasi masalah di daerahnya. Dia bersama timnya sudah tiga bulan berkeliling Jawa Tengah, sehingga berkesempatan mendengar langsung aspirasi masyarakat yang akan dipimpinnya.

"Di Tegal nelayan mengeluh, pendapatan menurun karena larangan penggunaan alat tangkap cantrang oleh pemerintah pusat. Seharusnya Gubernur membela rakyatnya, mencari solusi, komunikasikan dengan pemerintah pusat, cari jalan keluarnya. Jangan dipikirkan saja rakyatnya susah, tapi juga solusi cepat,” terang Ferry.

Ferry juga menyayangkan rendahnya UMR dan tingginya angka pengangguran terbuka, serta angka kemiskinan di Jawa Tengah sebagai penyumbang angka kemiskinan terbesar kedua di Indonesia.

"Banyak hal yang belum tergarap secara maksimal. Banyak hal yang bisa dilakukan untuk memperbaiki kondisi masyarakat Jawa Tengah yang begitu memprihatinkan. Janji-janji kampanye sedikit sekali terealisasi oleh Gubernur sekarang," tandas Ferry.

Keluhan dan kemauan masyarakat Jawa Tengah, didapat langsung oleh Ferry saat berkunjung dengan melakukan dialog. Hal itu dilakukan dengan para nelayan, petani, buruh dan lainnya. Tidak hanya itu, Ferry juga selalu menyempatkan bertandang ke pondok pesantren, bertemu kiai dan meminta arahan serta restu.

Rabu kemarin, Dr. Ferry Juliantono bertandang ke Pondok Pesantren (Ponpes) Al Falah Pimpinan KH Ahmad Shobri, di Jatilawang, Kabupaten Banyumas. KH Ahmad Shobri dalam sambutanya memanjatkan doa agar keinginan Ferry terkabul. Dia juga meminta para santrinya mendoakan niat tulus Ferry.

"Kami doakan semoga Pak Ferry bisa menjadi Gubernur Jawa Tengah, Aamiin," tutur Kyai Shobri.

Diketahui, selama ini Ferry lebih dikenal sebagai aktivis yang banyak menyuarakan kepentingan rakyat melalui aksi demonstrasi. Salah satu resiko yang harus dilaluinya sebagai aktivis, adalah mendekam di penjara pada 2008.

Penyebabnya, suami Ir. Sita Komaladewi ini memimpin aksi demonstrasi menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) saat pemerintahan SBY. Ferry mengaku harus membela rakyat ketika kepentingan mereka diganggu dengan kebijakan pemerintah yang memberatkan mereka.

Bapak dua putra, Jodipati Alif Fitrahillah dan Rendrahadi Nezar Musyaffa,

banyak terlibat dalam organisasi petani, nelayan, buruh dan agraria. Sejak 2005 sampai sekarang, Ferry dipercaya menjadi Ketua Umum Pimpinan Pusat Dewan Tani Indonesia. Ia juga masih menjabat sebagai Wakil Direktur Pelaksana Induk Koperasi Tani Nelayan (Inkoptan) sampai sekarang.