Ferry: Warga Jateng Ingin Gubernurnya dari Gerindra
Laporan SL Gaharu
Rabu, 11/10/2017, 07:25:11 WIB

Ferry memberikan keterangan kepada wartawan usai konsolidasi dengan kader Gerindra Banyumas (Foto: Dok/Tim)

PanturaNews (Purwokerto) - Setelah sebelumnya konsolidasi dengan kader-kader Partai Gerindra diantaranya di Pati, Karanganyar, Cilacap dan daerah lainnya, bakal calon Gubernur Jawa Tengah (Jateng) dari Partai Gerindra, Dr. Ferry Juliantono elakukan Silaturahmi dan Rapat Koordinasi Cabang Partai Gerindra di DPC Partai Gerindra Kabupaten Banyumas di Purwokerto, Rabu 11 Oktober 2017 siang.

Dikatakan Ferry, pihaknya terus melakukan konsolidasi dan sosialisasi terkait dengan pencalonannya pada Pilkada Jawa Tengah 2018 dari Partai Gerindra. Menurutnya, Selasa kemarin dia bersama timnya konsolidasi dengan DPC dan PAC (Pengurus Anak Cabang) Partai Gerindra Kabupaten Cilacap.

"Hari ini (11/10-Red) saya mengunjungi teman-teman DPC dan Pengurus Anak Cabang Partai Gerindra se- Kabupaten Banyumas. Saya menyerap aspirasi, dan masukan-masukan dari teman-teman di bawah mengenai persoalan-persoalan yang berkaitan secara khusus tentang Banyumas, dan secara umum tentang Jawa Tengah," katanya.

Dari beberapa daerah di Jawa Tengah yang sudah dikunjungi, Ferry menyampaikan bahwa sekarang ada kecenderungan umum, masyarakat punya kecintaan makin besar terhadap Partai Gerindra. Terhadap Pak Prabowo Subianto.

“Saya bertemu dengan masyarakat banyak yang menyampaikan bahwa mereka sekarang melihat situasi kekinian, harapan mereka terhadap Partai Gerindra makin besar, dan untuk Jawa Tengah mereka juga ingin ada pembaruan, ingin gubernurnya dari Partai Gerindra," ungkap Ferry Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra.

Ferry yang selalu melakukan dialog dengan para nelayan, petani, buruh, tokoh masyarakat, tokoh agama di beberapa daerah di Jawa Tengah yang sudah dikunjungi, rata-rata masyarakat menginginkan perubahan dan pembaruan, tentunya mayoritas mengharapkan gubernurnya dari Partai Gerindra.

Ketika ditanya soal komunikasi dengan partai politik lain, Ferry mengaku sudah melakukan komunikasi intensif dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Demokrat, Partai Amanat Nasional (PAN), dan Partai Golkar serta Partai Perindo sebagai pendukung. Dia mengungkapkan sudah bertemu dengan Arianti Dewi yang baru saja mendapatkan rekomendasi dari Partai Golkar. Partai lainnya yang sudah ada komunikasi tentu dengan PKB.

“Dalam komunikasi politik dengan PKB, perlu dilakukan beberapa kali pertemuan lagi, termasuk dengan pimpinan partai itu sendiri. Harapan kami dari Partai Gerindra, koalisi yang terbangun adalah koalisi yang besar. Idealnya begitu," harapnya.

Diketahui, selama ini Ferry lebih dikenal sebagai aktivis yang banyak menyuarakan kepentingan rakyat melalui aksi demonstrasi. Salah satu resiko yang harus dilaluinya sebagai aktivis, adalah mendekam di penjara pada 2008.

Penyebabnya, suami Ir. Sita Komaladewi ini memimpin aksi demonstrasi menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) saat pemerintahan SBY. Ferry mengaku harus membela rakyat ketika kepentingan mereka diganggu dengan kebijakan pemerintah yang memberatkan mereka.

Bapak dua putra, Jodipati Alif Fitrahillah dan Rendrahadi Nezar Musyaffa,

banyak terlibat dalam organisasi petani, nelayan, buruh dan agraria. Sejak 2005 sampai sekarang, Ferry dipercaya menjadi ketua umum Pimpinan Pusat Dewan Tani Indonesia. Ia juga masih menjabat sebagai wakil direktur pelaksana Induk Koperasi Tani Nelayan (Inkoptan) sampai sekarang.