8 Balon Walikota Mulai Kembalikan Berkas ke PAN
Laporan SL Gaharu
Senin, 28/08/2017, 11:16:51 WIB

Siti Masitha Soeparno dan Amir Mirza secara bersamaan menyerahkan berkas persyaratan ke DPD PAN (Foto: Gaharu)

PanturaNews (Tegal) - Delapan kandidat yang mengambil formulir pendaftaran ppada penjaringan bakal calon (balon) Walikota (Walkot) dan Wakil Walikota (Wawalkot) Tegal, untuk Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Tegal Serentak 2018 di DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Kota Tegal, mulai mengembalikan berkas persyaratan, Senin 28 Agustus 2017.

Delapan kanditat itu adalah Drs HM Nursholeh, M. MPd (mendaftar Balon Walikota). Hj Siti Masitha Soeparno (mendaftar Balon Walikota). H. Amir Mirza, SE (mendaftar Balon Wakil Walikota). Drs. Riswanto  MM (mendaftar Balon Walikota). H Wartono (mendaftar Balon Wakil Walikota). Letkol (Pur) Ir. H Akhmad Mulyadi, MSc (mendaftar Balon Walikota). Tanty Prasetyoningrum, SE, MM (mendaftar Balon Walikota) dan H Moch Ilyas, SH, MM (mendaftar Balon Wakil Walikota).

"Delapan balon diberi kesempatan untuk mengembalikan formulir dan berkas persyaratan sampai tanggal 30 Agustus 2017. Masing-masing balon sudah dikonfirmasi untuk mengembalikan formulir," kata salah satu Panitia Penjaringan DPD PAN Kota Tegal, Oktofina S. Core yang akrab disapa Ina.

Kandidat yang pertama mengembalikan berkas persyaratan sesuai jadwal adalah Hj Siti Masitha Soeparno berbarengan dengan H. Amir Mirza SE, Senin 28 Agustus 2017 pukul 15:00 WIB. Keduanya juga didampingi tim seksesnya diantaranya Ahmad Firdaus Muhtadi, Harus Abdi Manaf dan Supriyanto. Pengembalian formulir dan berkas persyaratan dijadwalkan dari 20 Agustus 2017 sampai dengan 30 Agustus 2017 pukul 00:00 WIB.

Ketua Penjaringan balon walikota/wakil walikota di DPD PAN Kota Tegal, Asmawi Aziz mengatakan, setelah semua kandidat balon mengembalikan berkas persyaratan, pengurus DPD PAN Kota Tegal akan menggelar pleno penetapan balon. Setelah itu, jika berkas 8 balon sudah kelngkap maka akan dikirim ke DPP PAN melalui DPW PAN Jawa Tengah.

“Jika berkas delapan balon sudah di DPP, siapa yang akan mendapat rekomendasi, itu adalah domeinnya DPP. Sedangkan dasar DPP memberikan rekomendasi, pertama adalah usulan dan yang kedua dari hasil survey yang dilakukan DPP,” terang Asmawi Aziz.

Dijelaskan, setelah rekomendasi turun, DPP akan bertanya parpol mana yang akan diajak koalisi. PAN Kota Tegal hanya memiliki dua kursi sehingga tidak memenuhi syarat untuk mendaftarkan ke KPU. Syarat parpol bisa mengusung calon adalah gabungan parpol sebanyak enam kursi di DPRD.

“Karena itu DPP akan menyerahkan kepada balon yang mendapat rekomendasi, untuk mencari parpol yang akan diajak koalisi. Jadi tugas DPD PAN mengikuti balon, bukan DPD PAN yang mencari porpol untuk diajak koalisi,” tutur Asmawi Aziz.

Menurutnya, setelah balon mendapatkan parpol untuk koalisi, barulah dibicarakan apa kesepakatanya. Setelah ada kesepakatan, maka balon baru bisa didaftarkan ke KPU sebagai calon walikota dan wakil walikota untuk mengikuti Pilkada Kota Tegal Tahun 2018.