Ferry Juliantono: Saya Dapat Restu dari Prabowo
Laporan SL Gaharu
Minggu, 27/08/2017, 11:15:59 WIB

Dr. Ferry Juliantono, SE.Ak, MSi

PanturaNews (Jakarta) - Sebelumnya, Dr. Ferry Juliantono, SE.Ak, MSi diusulkan Partai Gerindra untuk ambil bagian dalam Pemilihan Gubernur Jawa Tengah tahun 2018. Tapi Ferry tidak langsung menjawab iya atau tidak, karena dia ingin bertemu dahulu dengan kelompok-kelompok masyarakat.

“Saya menginginkan dialog dengan masyarakat Jawa Tengah dari berbagai kalangan, supaya saya lebih mengerti dan memahami apa yang diinginkan masyarakat,” terang Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra ini.

Dikatakan, setelah dirinya melakukan safari ke beberapa daerah di Jawa Tengah, bertemu dan dialog dengan ulama, nelayan, petani dan elemen masyarakat lainnya, Ferry barulah mantap untuk maju menjadi calon Gubernur Jawa Tengah. Ketua Umum Pimpinan Pusat Dewan Tani Indonesia ini, mengaku banyak mendapatkan aspirasi selama mengunjungi masyarakat Jawa Tengah.

“Setelah banyak mendapat masukan dari masyarakat, saya mantap dan siap untuk memimpin Jawa Tengah,” tutur suami Ir. Sita Komaladewi.

Kesiapanya itu, dikatakan Ferry, semakin mantap ketika mendapat restu dan ‘lampu hijau’ dari Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto. Di hadapan sejumlah tokoh seperti Amien Rais, Rizal Ramli dan Rachmwati Soekarnputri, Prabowo bertanya kepada dia tentang keseriusan maju di Pilkada Jawa Tengah 2018.

“Saat itu juga saya menjawab serius. Mendengar jawaban saya, Pak Prabowo meminta agar saya meneruskan kegiatan sosialisasi dan kunjungan di Jawa Tengah, dan nanti akan dilihat hasil surveinya. Saya pun menyatakan siap,” ungkap Wakil Direktur Pelaksana Induk Koperasi Tani Nelayan ini.

Restu dan sinyal positif dari Prabowo, membuat Ferry semakin semangat untuk melakukan sosialisasi dan pengenalan diri dengan masyarakat dan tokoh-tokoh di Jawa Tengah.

“Saya ingin membuktikan bahwa Partai Gerindra sebagai salah satu partai besar, punya kader yang memiliki kemampuan untuk memimpin Jawa Tengah. Saya akan buktikan hal tersebut. Suatu kebanggaan jika partai politik, khususnya Partai Gerindra memiliki kader sendiri yang bisa dipersembahkan sebagai pemimpin daerah maupun nasional,” tegas Ferry.

Jika untuk tingkat nasional, lanjut Ferry, Partai Gerindra memiliki figur Prabowo Subianto. Di daerah-daerah lain sangat banyak kader Partai Gerindra yang siap menjadi pemimpin berkompetisi dengan kader-kader partai lainnya.

Lebih lanjut dikatakan, sebagai aktivis yang sudah lama berjuang bersama rakyat dan mendengar sendiri dari suara hati mereka, Ferry punya tekad kuat untuk memajukan Jawa Tengah, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya.

Diketahui, Ferry lahir di Jakarta pada 27 Juli 1967. Selama ini Ferry lebih dikenal sebagai aktivis yang banyak menyuarakan kepentingan rakyat melalui aksi demonstrasi. Salah satu resiko yang harus dilaluinya sebagai aktivis, adalah mendekam di penjara pada 2008.

Penyebabnya, dia memimpin aksi demonstrasi menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) saat pemerintahan SBY. Ferry mengaku harus membela rakyat ketika kepentingan mereka diganggu dengan kebijakan pemerintah yang memberatkan mereka.

Bapak dua putra dari Jodipati Alif Fitrahillah dan Rendrahadi Nezar Musyaffa,

banyak terlibat dalam organisasi petani, nelayan, buruh dan agraria. Sejak 2005 sampai sekarang, Ferry dipercaya menjadi ketua umum Pimpinan Pusat Dewan Tani Indonesia. Ia juga masih menjabat sebagai wakil direktur pelaksana Induk Koperasi Tani Nelayan (Inkoptan) sampai sekarang.

Pada bulan Juli tahun 2015, Ferry Juliantono meraih gelar Doktor Bidang Sosiologi. "Alhamdulillah saya dinyatakan lulus pada sidang promosi studi dan berhak menggunakan gelar Doktor. Tentunya gelar yang saya peroleh ini, dapat bisa berguna bagi nusa dan bangsa, khususnya bagi petani nelayan yang sekarang masih butuh perhatian dan dibawah garis kemiskinan," kata Ferry.

Ferry juga merasa bangga karena partai pimpinan Prabowo itu berkomitmen penuh melindungi segenap rakyat, tanah air dan sumber daya alam dari kepentingan-kepentingan asing. Dia berpendapat, salah satu penyebab rakyat Indonesia belum sejahtera, karena pengelolaan sumber daya alam belum maksimal.

"Saya terus berkomitmen memperjuangkan buruh, petani dan nelayan. Masyarakat seperti itu tidak boleh kita tinggalkan," tandas Ferry yang tinggal di Pamulang Estate BlokF2/25, Tangerang, Banten.