Ribuan Relawan Dukung Jokowi Jabat Dua Periode
Laporan Tim PanturaNews
Minggu, 13/08/2017, 12:30:04 WIB

Yamin memberi keterangan kepada wartawan usai acara Silatnas II di Hall JIExpo Kemayoran (Foto: Publicanews/Jimnales)

PanturaNews (Jakarta) - Ada tiga isu penting yang diusung yaitu kebijakan pengarusutamaan (mainstreaming) Pancasila, sikap terhadap Perppu Nomor 2 Tahun 2017 tentang Ormas, dan pencapaian Pemerintahan Jokowi-JK dalam Silaturahmi Nasional (Silatnas) II di Hall JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat 11 Agustus 2017 kemarin.

Presiden Jokowi yang hadir di Silatnas II disambut sedikitnya 10 ribu relawan. Pada kesempatan itu, Relawan Pendukung Jokowi menyatakan akan memberi dukungan kepada Jokowi untuk maju kembali dalam pemilihan presiden 2019 mendatang.

“Kami mendukung sepenuhnya Presiden Jokowi untuk kembali memimpin negeri ini periode tahun 2019 hingga 2024," ujar perwakilan pimpinan kelompok relawan, Andi Gani yang disambut teriakan "Salam dua periode" oleh ribuan relawan.

Menurut Ketua Pelaksana Silatnas II Muhammad Yamin, Silatnas II bertema ‘Pancasila Rumah Kita’, sekaligus mengapresiasi gebrakan Jokowi, seperti menerbitkan Perppu Nomor 2/2017 tentang Ormas hingga membentuk Unit Kerja Presiden-Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP-PIP).

“Ini akan menjadi panduan ideologi kita ke depan. Apa yang sudah dilakukan Pak Jokowi pada Pancasila, seperti mengukuhkan 1 Juni sebagai Hari Lahir Pancasila, pembentukan UKP-PIP, dan menerbitkan Perppu 2/2017," jelas Yamin yang juga Ketua Seknas Jokowi.

Selain itu, Silatnas II yang dihadiri 10 ribu relawan dari seluruh wilayah di Indonesia, tidak hanya mengapresiasi kinerja Jokowi, Silatnas tahun ini sekaligus kembali menegaskan dukungan kepada Jokowi maju dalam Pilpres 2019.

Sebelumnya dijelaskan, segenap relawan mendukung kebijakan Presiden Jokowi untuk mengarusutamakan Pancasila, diantaranya melalui pembentukan Unit Kerja Presiden Bidang Pembinaan Idologi Pancasila (UKP-PIP).

“Organ relawan dalam Silatnas mendukung semua kebijakan dan program pemerintah yang berkaitan dengan upaya memperkuat Pancasila. Organ relawan juga tidak pernah ragu sedikitpun untuk mendukung Pancasila sebagai ideologi bangsa, dan melawan faham-faham radikal yang anti terhadpanya,” kata Yamin.

Terkait Perppu Ormas, Yamin mengatakan, penerbitan Perppu tersebut, termasuk pembubaran Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), menunjukkan konsistensi pemerintah dalam upaya pengarusutamaan Pancasila.

“Tuduhan bahwa Perppu akan menimbulkan sentralisme kekuasaan, dan membuka peluang pemerintah menjadi otoriter, sangat tidak berdasar. Karena tiap putusan pemerintah atas pembubaran ormas, bisa dibawa ke Pengadilan TUN, dan bisa diuji-materialkan kelak di MK,” jelasnya.

Sedangkan menyangkut keberhasilan pemerintahan Jokowi-JK, Yamin mengatakan, para relawan akan menginformasikan pencapaian pemerintah selama ini. Yamin mengakui banyak muncul berita bohong alias hoax yang mendegradasi keberhasilan atau pencapaian pemerintaha Jokowi-JK. Namun, berita bohong tersebut tidak sedikitpun mengurangi fokus pemerintah untuk terus bekerja.

“Kritik yang bertubi-tubi dengan berbagai motivasi dibaliknya, beserta hujatan, tidak menghilangkan fokus pemerintah Jokowi-JK untuk terus membangun dan memperbaiki kondisi sosial ekonomi masyarakat,” jelasnya.

Peningkatan kinerja itu paralel dengan meningkatnya kepercayaan publik terhadap pemerintahan Jokowi-JK. Hal itu terkonfirmasi dalam hasil survei Gallup yang dirilis beberapa waktu lalu. Hasil survei itu menempatkan Indonesia berada pada nomor satu diantara negara-negara lain yang disurvei, dengan pemerintahan yang paling bisa dipercaya oleh masyarakatnya.

Pencapaian-pencapaian itulah yang akan disosialisasikan oleh para relawan ke depan. “Capaian itu harus terus didengungkan, bukan untuk menunjukkan rasa cepat puas. Capaian itu dan capaian lainnya harus terus diinformasikan, selain untuk meluruskan informasi, juga membangun mental optimistik,” pungkas Yamin.