Ajukan Banding, Suprianto dan Rini Gagal Masuk Bui
Laporan Johari & SL Gaharu
Kamis, 20/07/2017, 08:45:22 WIB

Suprianto (foto kiri) dan Rini (foto kanan) saat sidang putusan di PN Tegal (Foto: Dok/Gaharu)

PanturaNews (Tegal) - Terpidana kasus perzinahan, H. Suprianto, SPdI dan Rini gagal dijebloskan ke penjara, karena keduannya mengajukan banding. Hal itu dibenarkan oleh Panitera Muda Pidana Pengadilan Negeri (PN) Tegal, Jawa Tengah, Sekhroni SH, SAg kepada PanturaNews, Kamis 20 Juli 2017.

Menurut Sekhroni, Suprianto melalui kuasa hukumnya, H Imawan Sugiharto, SH mengajukan banding secara tertulis pada hari Selasa 18 Juli 2107. Sedangkan Rini datang ke PN Tegal mengajukan banding secera lisan, didampingi suaminya, Imam Samsuri dan Wieweko, Rabu 19 Juli 2017.

“Keduanya mengajukan banding. Kalau Supri diantar oleh kuasa hukumnya Imawan kemarin hari Selasa. Rini juga banding, dia mengajukan sendiri secara lisan namun didampingi suaminya dan temannya,” ungkap Sekhroni.

Lebih lanjut kata Sekhroni, sesuai KUHAP panitera diberi waktu 14 hari untuk mengirim berkas banding ke Pengadilan Tinggi (PT) Semarang, Jawa Tengah. “Berkas itu diataranya hasil putusan di tingkat PN dan alasan banding. Panitera juga diberi waktu 7 hari untuk menyampaikan kepada para pembanding dan terbanding, selanjutnya baru dikirim ke PT,” imbuhnya.

Kuasa hukum Suprianto, H Imawan Sugaiharto SH membenarkan kliennya banding, dengan pertimbangan putusan majelis hakim terlalu tinggi karena di atas tuntutan jaksa. Selain itu, fakta yang diajukan oleh Suprianto tidak ada yang dimasukan sebagai pertimbangan majelis hakim, seperti laporan pemerasan dan pengakuan Suprianto mau melakukan zinah karena Rini ngaku janda, sementara akta nikah baru dihaadirkan di persidangan tidak sejak awal penyidikan.

“Yang jelas vonisnya terlalu tinggi,” kata Imawan.

Sedangkan menurut Wiwieko, Rini mengajukan banding dengan alasan kemanusian, karena Rini masih menyusui bayinya. “Pertimbangannya itu aja karena kemanusian, diakan punya bayi yang harus disusui setiap hari,” ujar Wiwieko singkat.   

Seperti diberitakan, terbukti melakukan perzinahan, anggota DPRD Kota Tegal, Jawa Tengah dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP), H Suprianto SPdI pada sidang putusan kasus perzinahan yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Tegal, Kamis 13 Juli 2017, dijatuhi hukuman 6 bulan penjara.

Hukuman yang dijatuhkan kepada H Suprianto, satu bulan lebih berat dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Tegal, Depaati Herlambang SH yang sebelumnya menuntut 5 bulan penjara.

Ketua Majelis Hakim, Haruno Patriadi SH, MH didampingi hakim anggota Fatarony SH dan Haklainul Dunggio SH, dalam amar putusannya mengatakan  terdakwa H Suprianto terbukti bersalah melakukan tindak pidana perzinahan dengan wanita yang mempunyai tiga orang anak, dan mempunyai suami yang sah dibuktikan dengan surat nikah.

Sementara pada hari yang sama, Rini Setiawati, wanita paruh baya yang berprofesi sebagai perias pengantin, istri sah Imam Samsuri ini, divonis selama 3 bulan penjara oleh Majeleis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Tegal.

Pasalnya, Rini terbukti bersalah melakukan tindak pidana perzinahan dengan Anggota DPRD Kota Tegal dari PPP, H Suprianto yang merupakan suami sah dari Umi Kholifah.