Senin, 13/09/2021, 21:17:52
Bangga Penanganan Covid-19 di Indramayu, Zulkifli: Kasusnya Melandai
LAPORAN RESMAN S

Wakil Ketua MPR-RI, Zulkifli Hasan saat mengunjungi Bupati Indramayu, Nina Agustina Pendopo Indramayu. (Foto: Dok)

PanturaNews (Indramayu) - Wakil Ketua MPR-RI, Zulkifli Hasan memuji penanganan Covid-19 di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Apa yang dilakukan Bupati Indramayu sudah sesuai dengan instruksi pemerintah pusat, yakni melakukan vaksinasi secara besar-besaran agar tercipta herd immunity.

“Penanganan Covid-19 di Kabupaten Indramayu sudah benar. Ini dibuktikan dengan kasus Covid-19 yang semakin melandai,” ujar Zulkifli Hasan saat berkunjung ke Pendopo Indramayu untuk menyampaikan empat pilar kebangsaan, Senin 13 September 2021.

Dalam kunjungan kerjanya di Kabupaten Indramayu itu, Zulkifli menyampaikan Empat Pilar Kebangsaan dan memberikan masukan kepada Kabupaten Indramayu untuk memperkuat sumber daya manusia.

Menurutnya, Indramayu yang dijuluki Kota Mangga sangat berpotensi menjadi daerah yang makmur, karena terdapat Sumber Daya Alam (SDA) yang lengkap dan berbeda dengan daerah lain di Jawa Barat.

“Indramayu ini termasuk kabupaten yang memenuhi persyaratan menuju daerah makmur. Karena yang kita lihat sepanjang jalan, tanahnya subur, potensinya banyak, pantas disebut sebagai lumbung padi nasional,” tuturmua.

Zulkifli mengatakan, Bupati Indramayu memiliki tugas untuk memakmurkan rakyatnya. Namun ia yakin, di bawah kepemimpinan Nina Agustina, Indramayu dapat menjadi besar.

“Saya yakin kepemimpinan beliau berpotensi membuat Indramayu menjadi besar, menjadi kabupaten yang makmur karena potensinya ada,” katanya.

Terlebih, imbuh Zulkifli, Pemerintah Kabupaten Indramayu mendorong semua sektor dan mengajak seluruh masyarakat untuk bergerak memanfaatkan potensi-potensi yang di sekelilingnya menjadi nilai lebih.

Zulkifli berharap, Pemerintah Kabupaten Indramayu dapat mengimplementasikan Empat Pilar Kebangsaan yakni, melindungi seluruh tumpah darah rakyat Indonesia, kewajiban negara mencerdaskan rakyatnya, kewajiban negara memakmurkan rakyatnya, serta berpengaruh di dunia.

“Jika empat pondasi itu sudah melekat, maka peran kita tidak bisa ditarik-ulurkan. Harus di tengah-tengah, sehingga ada keseimbangan dan stabilitas harus dijaga. Termasuk tengah itu peran TNI dan Polri tidak boleh diadu-adu,” pungkasnya.

Sementara itu Bupati Indramayu, Nina Agustina Da’i Bachtiar memaparkan, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kabupaten Indramayu berangsur naik, berkat progam yang sudah diluncurkan dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

“Memang angka IPM Kabupaten Indramayu ini sempat paling bawah dibandingkan kabupaten/kota di Jawa Barat. Tetapi dengan langkah berbagai program dan upaya angka IPM Kabupaten Indramayu berangsur naik dan mudah-mudahan bisa disuport oleh pemerintah pusat,” paparnya.

Menurut orang nomor satu Indramayu itu, Indramayu memiliki kekayaan alam minyak dan gas (migas) dan garis pantai yang mencapai panjang 147 kilometer, sekaligus penghasil ikan terbesar di Jawa Barat dan keahlian nelayan yang sudah melaut hingga wilayah Timur Indonesia.

“Selain potensi migas, pertanian, serta perikanan, Indramayu juga memiliki tanah yang subur. Ini dibuktikan oleh rasa sari buah mangga gedong gincu. Kalau mangga gedung gedong gincu ditanam di daerah lain, rasanya berbeda dibandingkan mangga yang ditanam di Indramayu,” ungkap Nina.


 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita