Senin, 13/09/2021, 13:25:49
Pembelajaran Korupsi Dari Para Petinggi
Oleh: Indah Purwati

KORUPSI merupakan tindakan penyelewengan atau pencurian uang rakyat yang jumlahnya tidak sedikit. Kata korupsi sebenarnya tidak asing lagi di telinga masyarakat khususnya masyarakat Indonesia.

Indonesia sendiri menetapi deretan ke tiga dari kasus korupsi terbanyak yang dilakukan beberapa negara seasia. Bahkan saking banyaknya kasus korupsi di Indondesia membuat sebagian orang muak. Korupsi biasanya dilakukan oleh petinggi negara dan tak menutup kemungkinan, bahwa semua orang bisa melakukan tindakan korupsi.

Tindakan korupsi bisa bermacam rupa mulai dari hal yang terkecil yaitu korupsi waktu, jasa, barang hingga sampi korupsi yang berjumlah banyak seperti korupsi bansos dan lain-lain. P

erilaku tidak terpuji ini terjadi pada saat seseorang mengkhawatirkan sebab tertentu misalnya saja masa depan keluarga mereka, biaya rumah tangga, biaya sekolah anak, biaya makan dan masih banyak lagi. Korupsi bisa saja memiliki gejala yang sama pada narkotika awalnya coba-coba setelahnya keterusan saking banyaknya keuntungan yang didapat dari tindakan tersebut.

Kurangnya tingkat iman dan rasa toleransi pada sesama menjadikan seseorang mudah terjerumus ke tindakan korupsi, selain itu diperlukan pribadi yang jujur, bertanggung jawab dan takut terhadap dosa untuk membuat seseorang menghidari korupsi.

Namun, diera sekarang sangat sulit untuk menemukan pribadi yang demikian. Entah karena ketidak tahuan atau justru sebaliknya seseorang yang berani mencuri waktu atau uang orang lain mereka cenderung tidak peka terhadap perasaan seseorang. Akibat korupsi menimbukan beberapa kerugian dari kerugian negara dan kerugian yang dialami banyak masyarakat.

Contoh saja korupsi yang banyak dilakukan oleh pejabat pemerintahan yang jumlah uangnya sampai miliyaran rupiah, mereka cenderung menikmati harta tersebut untuk kesenangan mereka sendiri. Tanpa tahu dari uang nominal 1000 rupiah saja yang mereka ambil dari tindakan korupsi, akan mengakibatkan penderitaan yang tidak sebanding dengan kondisi koruptor saat ini.

Bayangkan saja jika mereka korup uang rakyat yang jumlahnya sampai miliyaran mungkin sudah tak terhitung lagi penderitaan yang masyarakat saat ini. Apalagi dengan penghasilan rendah mereka yang hanya mengandalkan pekerjaan serabutan harus terpontang-panting bagaimana lagi meereka untuk mendapatkan uang yang hanya bisa memenuhi kebutuhan pangan beberapa hari saja.

Selain kasus pandemi yang tak berkesudahan, kejadian ini diperparah dengan korupsi bansos yang dilakukan oleh mantan pejabat negara lalu. Uang bansos yang seharusnya diperuntukan untuk bantuan warga dampak covid-19 tak luput dari incaran keserahakan para koruptor.

Ditambah hukum Indonesia yang semakin lucu yang sudah jelas-jelas tajam kebawah dan tumpul keatas mengakibatkan kesengsaraan masyarakat pribumi semakin digempur. Memang benar kata pelopor kemerdekaan jaman dahulu ‘mungkin kita bisa dengan mudah mengusir penjajah namun akan sulit untuk mengusir penghianat yang lahir dari tanah pribumi’.

Ramalan tersebut seolah nyata terjadi dimasa kini, hanya membayangkan negara Indonesia yang kaya akan sumberdaya alam ini, dibangun dengan sungguh-sungguh tanpa adanya koruptor saja sudah menjadi mimpi indah yang tidak akan pernah terwujud oleh putra putri negeri, jika para petinggi masih mencontohkan sikap serakah dan tamak mereka.

Jika memang benar negara kita sudah merdeka sejak tahun 1945 lalu kenapa banyak masyarakat yang masih menderita? Wahai para petinggi penduduk kursi mentri tidakkah kalian mendengar jeritan para rakyat, batin mereka menangis, raga mereka lelah. Pendidikan mereka pun tak seberapa menjadikan penghasilan mereka semakin sedikit dijaman sekarang ini. Kalian hanya membutuhkan raykat saat kalian ingin menduduki kursi pemerintahan.

Bagi kami masyarakat pribumi tak penting siapa yang duduk di kursi itu. Kami hanya memilih seseorang yang memang bisa memenuhi harapan kami sebagai rakyat pribumi yang jujur dan adil seperti dasar ideologi yang tertera pada sila ke-5 pancasila yaitu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Jika kalian tidak bisa mengemban amanah masyarakat, maka jangan jadikan ini contoh yang tidak terpuji bagi putra-putri bangsa saat ini.

(Indah Purwati adalah Mahasiwi Pendidikan Bahasa Inggris di Universitas Peradaban Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah)

Tulisan dalam Kolom Opini ini adalah kiriman dari masyarakat. Segala tulisan bukan tanggung jawab Redaksi PanturaNews, tapi tanggung jawab penulisnya.

 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita