Senin, 13/09/2021, 13:24:23
Anti Galau Saat Aktifitas Dibatasi Selama Masa PPKM
Oleh: Siti Vitandari Yudmianti

SETELAH datangnya pandemi Covid-19, semua orang memang dibuat galau. Merasa takut, bingung harus berbuat apa, waspada di mana-mana, khawatir dengan keadaan teman dan saudara, serta terganggu segala aktivitasnya.

Himbauan pemerintah memang menganjurkan kita untuk mengurangi aktifitas yang menungkinkan pertemuan dalam jangka waktu lama, dan dengan orang banyak. Apalagi setelah banyak orang collapse karena korona. Sehingga kita pun menjadi jarang bercengkerama secara langsung dengan teman, sahabat, keluarga yang jauh, atau orang tua yang tidak tinggal bersama, bagi anak rantau misalnya.

Sebagai upaya pemerintah untuk memerangi pandemi korona, PPKM-pun diberlakukan. Hal ini tentu menambah kegalauan kita, karena lebih banyak hal yang menjadi dibatasi. Di tengah kondisi tak tentu ini, kita tetap harus menjaga pikiran dan mood agar tetap bagus sehingga tidak ditekan stres.

Ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk menyingkirkan galau. Hidup anti galau ditengah PPKM memang terdengar sulit untuk dilakukan. Jika dibilang sulit memang tidak semudah menjaga mood saat sebelum pandemi. Akan tetapi, sulit bukan berarti tidak bisa ya.

Nah, ada beberapa tips nih untuk menjaga mood agar bisa menjalani hidup anti galau ditengah diberlakukannya PPKM:

Pertama, banyak melihat hal-hal yang cantik/indah di sosial media. Tentunya yang sesuai dengan kegemaran Anda. Di sosial media, kita memang bisa melihat banyak hal di dunia, misalnya foto-foto orang dari berbagai negara, foto-foto alam, berita-berita, info-info menarik, dan hal-hal lainnya.

Banyaknya hal yang bisa dilihat ini artinya semua hal termasuk hal yang buruk. Misalnya foto-foto horor, informasi hoaks, dan hal-hal menjenuhkan lainnya. Maka dari itu, untuk menjaga mood tetap bagus dan terhindar dari galau, sebaiknya saring jejak sosial media kita.

Lihatlah hal-hal yang menarik saja, yang cantik sehingga ketika kita melihatnya timbul perasaan tenang dan senang. Misalnya, konten candaan, foto-foto alam, video motivasi, dan hal-hal menarik lainnya. Hindari konten-konten yang membuat kita berpikir. Setidaknya kita masuk ke media sosial itu benar-benar untuk mencari hiburan, bukan untuk ikut dengan konspirasi yang mungkin sedang terjadi di masyarakat.

Kedua, lakukan chat instens dengan orang terdekat. Melakukan chat intens menjadi bentuk lain dari ketidakmampuan kita untuk bercengkerama secara langsung atau bertemu dengan orang terdekat kita.

Dengan banyak berkomunikasi dengan mereka, pikiran kita akan merasa bahwa meski berada jauh dari mereka, kita tidak sendirian dan mereka tetap bersama kita. Hal tersebut akan menghadirkan rasa aman dan nyaman di dalam diri kita, sehingga kita pun terhindar dari persaan galau atau pun sedih.

Ketiga, berolahraga atau sering melakukan workout sendiri di mana pun ada kesempatan. Lakukanlah olahraga-olahraga kecil, seperti lari pagi, atau melakukan gerakan-gerakan workout yang mampu membuat kita berkeringat.

Selain bagus bagi kesehatan tubuh, berolahraga juga bagus untuk kesehatan jiwa. Olahraga sedikit banyak membuat otot-otot menjadi rileks. Otot yang rileks menjadikan kita lebih santai dan nyaman. Sehingga pikiran pun bisa menjadi lebih positif.

Keempat, membeli hal-hal yang diinginkan atau memenuhi keinginan. Akan tetapi, sesuatu yang masih bisa dijangkau. Misalnya, membeli makanan kesukaan. Beli buah-buahan. Membeli pakaian dan lain sebagainya. Tetapi perlu diperhatikan “yang sesuai budget yaa…”.

Dengan memenuhi keinginan, yang sederhana saja mampu menciptakan kepuasan diri. Saat diri merasa puas maka kita bisa bersyukur dengan sebenar-benarnya. Namun perhatikan bahwa merasa puas bukan menunggu segala keinginan kita terpenuhi, melainkan puaslah dengan apa yang kita miliki atau yang mampu kita beli. Dengan begitu, hati dan pikiran tidak akan merasa kekurangan sehingga galau pun terhindari.

Kelima, sadari bahwa galau itu merupakan hal yang tidak menyenangkan. Tentu tidak ada orang yang senang berada di posisi galau ya. Maka dari itu, sadari betul-betul masa di mana galau mulai menyerang, sehingga Anda bisa menghadapinya dengan baik.

Jadilah orang yang produktif dengan meminimalisir waktu untuk galau dan diganti dengan kegiatan yang produktif, sehingga tercipta jiwa yang sehat dan pikiran yang kuat. Salam bahagia.

(Siti Vitandari Yudmianti adalah Mahasiswi Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Peradaban Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Tinggal di Kabupaten Purbalingga)

Tulisan dalam Kolom Opini ini adalah kiriman dari masyarakat. Segala tulisan bukan tanggung jawab Redaksi PanturaNews, tapi tanggung jawab penulisnya.

 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita