Jumat, 27/08/2021, 02:21:31
Penyidikan Kasus CSR PDAM Mandek, Kejari Tegal Dipraperadilkan
LAPORAN JOHARI

Roberto Bellamirno dan Komar Raenudin (Udin AMUK) mendaftarkan gugatan praperadilan di PN Tegal

PanturaNews (Tegal) – Setelah sekian lama penyidikan kasus dugaan korupsi dana CSR (Corporate Social Responsibility) PDAM di Kejaksaan Negeri (Kejari) Tegal mandek. Sejumlah elemen masyarakat Kota Tegal mengajukan gugatan praperadilan terhadap Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Tegal. Permohonan gugatan didaftarkan di Pengadilan Negeri Tegal, Kamis 26 Agustus 2021.  

Elemen masyarakat diantaranya, dari Lembaga Kerukunan Masyarakat Abdi Keadilan Indonesia (KEMAKI) yang diwakilkan sekretaris Roberto Bellamirno. Kemudian Miftachudin (Kopral) sebagai aktivis pergerakan. Komar Raenudin (Udin AMUK) sebagai ketua salah satu Lembaga Swadaya Masyarakat. Dan Edy Kurniawan dari Pedagang Kaki Lima (PKL)

Menurut Kopral, gugatan praperadilan terpaksa dilayangkan karena penyidikan kasus CSR yang dilakukan Kejari Tegal terkesan jalan di tempat.

“Kasus CSR PDAM yang sedang ditangani kejaksaan sampai hari ini belum ada kejelasan,” kata Kopral Miftach.

Menurutnya, sejak Kejari Tegal membentuk Satgas Tipikor untuk menangani kasus tersebut pada awal tahun 2021, masyarakat sudah menantikan perkembangannya. Apalagi, kejaksaan sempat menggelar ekpsose kasus tersebut ke publik dengan mengundang media pada Februari 2021.

“Nyatanya setelah ekspos di media , tidak ada tindak lanjutnya, padahal 2 dari 4 kasus yang diekspos sudah naik ke tingkat penyeidkan ,” katanya.

Namun hingga Agustus, perkembangan kasus tersebut belum diketahui publik dan terkesan jalan di tempat hingga akhirnya memberikan surat somasi.  “Namun sampai batas waktu somasi habis tidak ada perubahan dan alasannya sama belum bisa meminta klarifikasi,” kata Miftach.

Pemohon lainnya, Roberto Bellamirno mengatakan, permohonan gugatan pra peradilan sudah diterima dengan nomor perkara 01/Pid.Pra/2021/PN Tegal. Selanjutnya, pihaknya akan menunggu pemanggilan untuk sidang.

“Kalau nanti sudah ada pemanggilan untuk sidang, maka kita akan lanjutkan gugatan itu,biasanya 2-3 hari setelah ini diterima akan digelar persidangan,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, hari pertama masuk kerja, Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Tegal yang baru Slamet Siswanta sudah mendapat somasi belasan mahasiswa bersama aktivis pegiat anti korupsi, Selasa 03 Agustus 2021.

 


 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita