Kamis, 08/04/2021, 21:18:10
Menjelang Bulan Suci Ramadan, Banyak Moment yang Dirindukan
Oleh: Naela Apriyati

TAK terasa bulan Ramadhan sebentar lagi datang, dimana semua umat muslim menyambutnya dengan penuh suka ria, menjalankan nya dengan penuh semangat dan menutupnya dengan kebahagiaan.

Bagaiamana tidak bahagia? Bulan Ramadhan hanya di lakukan satu tahun sekali pada satu tahun. Yang mana dalam satu tahun ada 12 bulan, dan kita harus menunggu berbulan-bulan untuk bisa menemui bulan Ramadhan selanjutnya.

Kita harus bersyukur masih bisa diberikan kehidupan sampai saat ini, dan semoga pada bulan Ramadhan nanti, kita masih bisa diberikan kehidupan agar kita bisa merasakan nikmatnya bulan Ramadhan.

Bulan suci ramadhan adalah bulan dimana kemuliaan dan keberkahan sangat melimpah. Bulan Ramadhan adalah bulan ke sembilan dalam Hijriyah dari dua belas bulan. Pada bulan Ramadhan biasanya semua umat muslim melakukan puasa dalam satu bulan tersebut.

Karena berpuasa pada waktu bulan Ramadhan adalah salah satu hal yang di wajibkan bagi  umat muslim yang diperintah Oleh Alloh SWT. Bukan hanya menjalankan ibadah berpuasa saja, namun umat muslim biasanya meningkatkan ibadah dalam satu bulan ini seperti tadarusan, solat sunah, bersedekah dan lain-lain. Umat muslim seperti berlomba-lomba meningkatkan kebaikan apalagi dalam hal beribadah.

Sebagai umat muslim, pasti merasa bahagia sekali karena sebentar lagi bulan suci ramadhan akan datang, apalagi kalo mengingat moment-moment bulan Ramadhan yang sebelumnya.

Masya Alloh pasti rasanya ingin sekali bulan Ramadhan itu diperpanjang. Dimana kita harus bangun ketika mendengar suara kentongan yang di bunyikan para pemuda untuk membangunkan warga di waktu sahur supaya kita tidak ketinggalan sahur, setelah melakukan sahur biasanya orang-orang membaca Al-Quran sambil menunggu adzan subuh.

Dan hal yang paling menyenangkan adalah setiap Solat 5 waktu, masjid atau mushola itu pasti banyak sekali orang-orang yang berjama'ah, beda sekali dengan bulan-bulan yang lainnya.

Setelah melakukan solat subuh berjamaah biasanya ada sebuah pengajian kecil yang biasanya masyarakat menyebut  dengan nama kultum. Dan yang biasanya anak-anak mengaji setelah solat maghrib ,namun ketika bulan suci ramadhan anak-anak mengaji setelah melakukan solat subuh.

Kegiatan atau aktivitas sehari-hari di waktu siang, orang-orang mempunyai aktivitas sendiri-sendiri sampai mereka selesai mengerjakannya. Dan ketika menjelang sore, anak-anak membaca asmaul husna di masjid atau musola.

Ketika menjelang berbuka puasa, biasanya ada salah satu masyarakat yang membaca Al-Quran di masjid sebagai pertanda bahwa berbuka puasa sebentar lagi tiba. Juga untuk memberi tahu bagi orang-orang yang masih melakukan aktivas, untuk berhenti dan harus bersiap-siap untuk berbuka puasa.

Biasanya para ibu-ibu saling berbagi atau tukar menukar takjil. Takjil adalah sebuah makanan yang biasanya di buat pada waktu bulan suci ramadhan. Dimana umat muslim itu rata-rata membuatnya, dan merupakan ciri khas ketika di bulan suci Ramadan.

Ketika menjelang solat taraweh, masjid atau mushola biasanya  sudah ramai di penuhi orang dan anak-anak. Tidak heran jika ketika melaksanakan solat taraweh itu sempit- sempitan karna banyak sekali orang-orang yang mengikuti solat taraweh tersebut.

Setelah melakukan solat taraweh, biasanya masyarakat atau beberapa orang dari masyarakat tersebut melakukan tadarusan. Tadarusan adalah kegiatan membaca Al-Quran. Dimana suara speaker terdengar semua dari segala arah, semua desa terlihat ramai karena banyak sekali orang yang sedang membaca Al-Quran.

Bukan hanya ramai, ketika terdengar suara tadarusan, bumi ini seperti tenang, damai dan sejuk. Semuanya terlihat indah ketika terdengar suara membaca Al-Quran di mana-mana. Seperti merasa bumi ini hidup tidak akan mati.

Bagaimana tidak bahagia? Moment seperti ini sangat di rindukan sekali bagi umat muslim. Semua orang melaksanakan dengan penuh bahagia. Moment-moment setiap tahun yang tidak berubah. Semua desa terasa hidup, manusia meningkatkan ketakwaan, keimanan dan lain-lain.

(Naela Apriyati adalah mahasiswi semester 4 Ilmu Komunikasi Universitas Peradaban Bumiayu (UPB) Kabupaten Brebes, Jawa Tengah)

Tulisan dalam Kolom Opini ini adalah kiriman dari masyarakat. Segala tulisan bukan tanggung jawab Redaksi PanturaNews, tapi tanggung jawab penulisnya.

 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita