Rabu, 07/04/2021, 18:52:28
Diduga Poliandri, Seorang Guru SMP di Tegal Digugat Suami
LAPORAN JOHARI

Ilustrasi

PanturaNews (Tegal) -  Seorang guru wanita sebuah SMP Negeri di Kota Tegal  berinisial SA berstatus Aparatur Sipil Negera (ASN), kini harus berurusan dengan penegak hukum lantaran digugat oleh suaminya di Pengadilan Agama Tegal. Penggugatnya adalah IS, warga Karangsatria, Tambun Utara, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat yang mengajukan gugatan Pembatalan Pernikahan lantaran SA menikahi pria lain berinisial ARA.

SA yang warga Kelurahan Pekauman, Kota Tegal kini masih mengajar di salah satu SMP Negeri di Kota Tegal, digugat lantaran masih terikat perkawinan siri dengan IS. Dalam gugatan yang terdaftar di Pengadilan Agama Tegal dengan nomor  perkara 74/Pdt.G/2021/PA.Tg tersebut kini tengah memasuki agenda pembuktian.

Kuasa hukum Penggugat, Agus Wijonarko, S.H dari Lembaga Bantuan Hukum Garuda Kencana Indonesia membenarkan bahwa IS ingin sekali perkaranya diputus seadil-adilnya oleh majelis hakim PA Tegal.

 

“Perkara ini unik dan cukup langka. Seorang perempuan yang telah bersuami dengan pernikahan siri, secara diam-diam menikah resmi dengan pria lain. Jadi boleh dibilang ini perkara poliandri yang digugat untuk dibatalkan pernikahannya,” ucap Agus Wijonarko saat ditemui usai sidang, Rabu 7 April 2021.

Kliennya, menurut Agus, memiliki kedudukan hukum yang kuat untuk mengajuka gugatan pembatalan pernikahan SA dan ARA lantaran masih terikat perkawinan siri dan belum pernah menjatuhkan talak kepada SA.

“Saya sangat menghargai Pengadilan Agama Tegal yang menerima perkara ini dan menyidangkanya. Karena selama ini nikah siri dianggap tidak memiliki kekuatan hukum. Padahal hukum positip kita dalam undang-undang perkawinan maupun dalam Kompilasi Hukum Islam, subtansinya bersumber dari Alquran dan hadis,” terangnya.

Gugatan pembatalan pernikahan ini bermula ketika IS menikahi SA saat keduanya bertemu di daerah Purwakarta. IS bekerja sebagai manager proyek tol Cipali, sedangkan SA janda dan mengajar di sekolah negeri di Purwakarta. “Keduanya  satu alumni dari sekolah menengah di Tegal. Mereka menikah siri di Tegal dengan wali nikah kakak  SA,” terang Agus advokat yang terbaung dalam Federasi Advokat Republik Indonesia (Ferari).

Pernikahan IS dan SA berlangsung beberapa tahun dengan tinggal satu rumah di Purwakarta dan pindah ke Tegal, lantaran SA pindah dinas di sebuah SMP di Kota Tegal. Namu, IS terkejut ketika belakangan diketahui SA telah resmi menikah di KUA Tegal Barat dengan ARA asal Jakarta.

Selain digugat  di Pengadilan Agama Tegal, SA juga sudah diperiksa Tim Inspektorat Pemerintah Kota Tegal atas laporan dari SGS istri IS. “Iya betul saya sudah dimintai keterangan oleh tim dari Inspektorat Pemkot Tegal,” ucap IS saat ditanya wartawan. 


 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita