Senin, 05/04/2021, 10:30:48
Pendidikan Sebagai Tulang Punggung Peradaban
Oleh Ani Nur Aeni

(Ani Nur Aeni adalah Mahasiswi Teknik Informatika Universitas Peradaban Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah)

“Ing Ngarso Sung Tulodo Ing madyo Mangun karso Tut Wuri Handayani”

(Di Depan harus memberikan sebuah tauladan, di tengah harus memberikan sebuah ide gagasan, di belakang harus memberikan sebuah dorongan)

SEMBOYAN diatas sudah sangat tidak asing ditelinga para kaum pendidik. Pencetus dari semboyan di atas ialah bapak Ki Hajar Dewantara yang merupakan Bapak Pendidikan.

Secara harfiah pendidikan merupakan transfer knowleg yang sudah sistematis. Dalam pendidikan setiap orang dituntut untuk mampu mengetahui ilmu yang tersampaikan oleh narasumber. Sebenarnya dalam sebuah hadist sudah disebutkan bahwa menuntut ilmu hukumnya wajib bagi umat islam sampai ia dalam keadaan meninggal. Artinya pendidikan sangatlah vital dalam hidup untuk memberikan warna dalam kehidupan.

Pendidikan dan Pemuda.

Pemuda secara bahasa ialah orang yang masih mempunyai semangat juang dalam memaknai hidup. Pemuda juga disebut sebagai orang yang memiliki fungsional, misalkan pemuda berperan sebagai jembatan dari masyarakatnya kepada kaum-kaum elit pendidik. Pemuda dalam hal ini harus mampu menjadi sebuah lilin untuk kegelapan yang ada dalam pola pikir masyarakat.

Masyarakat awam tidak begitu tahu tentang batas pendidikan bahkan sejak saat ini masyarakat awam lebih memilih untuk beekrja keras dengan mengikuti budaya kolot yang dilahirkan oleh nenek moyang. Sebagai pemuda harus mampu menjadi fasilitator pendidikan bagi masyarakat bisa dengan cara sosialisasi terkait dengan mudahnya menjadi seorang pendidik dan keringanan biaya terkiat dengan pendidikan serta hikmah jika memgikuti arus pendidikan.

Pendidikan dan Perempuan.

Seringkali dalam kehidupan masyarakat budaya patriarki masih mengikat dalam tubuh perempuan. Seolah-olah pendidikan merupakan hal tabu untuk seorang perempan. Hal ini sangat kontroversi dengan syair arab yang artinya perempuan adalah tiang negara.

Maksud dari tiang negara ialah bahwa tuntutatn perempuan adalah menjadi penyangga, apabila penyangganya rapuh maka akan rapuh pula segala hal yang dilahirkan dari rahim perempuan, nmaun apabila tiangnya kuat maka akan kuat pula segala bangunan yang disangga oleh tiang, hal ini bermaksud bahwa seorang perempuan haruslah cerdas dan dalam ruang lingkup pendidikan.

Seorang perempuan akan menjadi madrasah bagi anak-anaknya dan didikannya akan menjadikan anak tersbut berkiprah dalam kancah dunia termasuk menjunjung tinggi peradaban dunia. Itulah mengapa pendidikan harus tetap ditegaakn dengan tidak melihat jenis kelamin.

Pendidikan merupakan sebuah jembatan untuk mengukuhkan peradaban. Membangun kembali nilai-nilai yang hampir mati. Indonesia membutuhkan sebuah sumbangsih ide, gagasan dan kontribussi nyata bagi seorang pemuda untuk merubah peradaban menjadi sebuah ketentraman dan kenyamanan bagi setiap penduduk yang menghuninya.

Oleh sebab itu, pendidikan meruakan tulang punggung yang merupakan inci dalam sebuah kehidupan, baik pendidikan islam, pendidikan umum atau pendidikan yang lainnya. Pada esensinya pendidikan akan mengajarkan kepada hal yang lumrah yang dilakukan oleh manusia.

Sebagai kaum pemuda saat ini kita tidak bisa menjamin akan seberapa emas dunia selanjutnya, itulah mengapa pentingnya kita berpendidikan agar mampu menangkal kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi.

Tulisan dalam Kolom Opini ini adalah kiriman dari masyarakat. Segala tulisan bukan tanggung jawab Redaksi PanturaNews, tapi tanggung jawab penulisnya.

 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita