Selasa, 30/03/2021, 00:34:57
Kelola Daur Ulang Sampah, Mendorong Ekonomi Sirkular
LAPORAN JOHARI

Webinar

PanturaNews (Tegal) – Untuk sekian kalinya webinar soal sampah digelar, dengan menghadirkan pakar-pakar sampah dan melibatkan jurnalis, Senin 29 Maret 2021.

Webinar bertajuk “Upaya Kelola Sampah dan Daur Ulang Kota Tegal dalam Mendorong Ekonomi Sirkular” yang dipandu Hanggara Sukandar, Sustainability Director dari Responsible Care® Indonesia, Pemerintah Kota Tegal mengajak masyarakat dan pemerintah di kota-kota lain untuk turut serta menjalankan program pengelolaan dan daur ulang sampah, terutama sampah plastik.

 Peresmian pusat daur ulang sampah di kelurahan Mintaragen pada 24 Februari lalu oleh Pemerintah Kota Tegal bekerjasama dengan PT Trinseo Materials Indonesia dan PT Kemasan dalam menjalankan program “Yok Yok Ayok Daur Ulang!” mendapat dukungkan dari berbagai organisasi, diantaranya Asosiasi Industri Olefin, Aromatik & Plastik Indonesia (INAPLAS), Asosiasi Daur Ulang Plastik Indonesia (ADUPI) Ikatan Pemulung Indonesia (IPI) dan Responsible Care® Indonesia.

Menurut Wakil Wali Kota Tegal, Muhamad Jumadi, volume sampah yang tidak terkelola dengan baik dan banyaknya sampah yang berakhir di TPA masih menjadi permasalahan , hal ini disebabkan belum adanya optimalisasi dalam mengelola dan mendaur ulang sampah plastik di negeri ini.

Sedang berdasarkan catatan yang dikumpulkan oleh Pemerintah Kota Tegal, tercatat bahwa setiap hari warga Kota Tegal menghasilkan hingga 250 ton sampah, di mana 30% diantaranya merupakan sampah plastik, sebesar 214 ton total timbunan sampah, serta 16 ton volume sampah anorganik dan dari jumlah tersebut saat ini hanya mampu dikirim ke industri daur ulang baru 10% dan sisanya tetap di kelola untuk di lebur agar menjadi material berguna

Dengan adanya pusat daur ulang sampah diharapkan dapat membantu mengurangi besarnya volume sampah, terutama sampah plastik ke TPA, dan juga mampu berperan dalam mencapai ekonomi sirkular.

“Saat ini program pengelolaan dan daur ulang sampah sudah dilaksanakan di TPS 3R kelurahan Mintaragen. Untuk kedepannya, Kota Tegal menargetkan program ini juga dapat dilaksanakan pada tingkat rumah tangga, artinya nanti hanya sampah-sampah yang tidak dapat diolah atau residu langsung di jadikan briket ” Ujarnya

Menanggapi permasalahan tersebut, Wahyudi Sulistya, Sekretaris Jenderal Asosiasi Daur Ulang Plastik Indonesia (ADUPI ) yang juga hadir sebagai narasumber dalam webinar turut menjelaskan,

“masyarakat tidak bisa mengandalkan alam atau lingkungan untuk mengurai sampah plastik, tetapi justru mulai dari diri sendiri, bisa dari skala rumah tangga dan pada kondisi seperti sekarang, masyarakat harus belajar untuk mengelola, memilah-milah jenis sampah dan juga mendaur ulang sampah plastik untuk turut mendorong ekonomi sirkular.”

Disisilain Hery Yusamandra Program Manajer dari Asosiasi Daur Ulang Plastik Indonesia ( ADUPI ) menjelaskan bahwa saat ini teknologi sudah semakin canggih dengan ketersediaan mesin yang dapat mengolah sampah plastik dalam waktu yang singkat menjadi produk baru, misalnya briket melalui mesin predator sampah yang sudah dijalankan oleh pusat daur ulang sampah plastik Kota Tegal


 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita