Selasa, 23/03/2021, 11:28:12
Harga Gabah di Indramayu Sudah Tak Stabil, PDIP Tolak Impor Beras
LAPORAN RESMAN S

Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Indramayu, Sirojudin. (Foto: Istimewa)

PanturaNews (Indramayu) - Rencana Kementerian Perdagangan melakukan impor beras sebanyak satu juta ton mendapat reaksi penolakan dari PDI Perjuangan Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Selasa 23 Maret 2021.

Secara kelembagaan, DPC PDI Perjuangan Indramayu menolak rencana impor beras 1 juta ton. Pasalnya, kebijakan tersebut sangat berdampak pada anjlognga harga gabah di wilayah Dapil Jabar VIII sebagai daerah pendulang pangan nasional.

“Kami menolak kebijakan tersebut karena sangat berpengaruh pada kondisi sosial masyarakat petani di wilayah Pantura Indramayu,” ujar Ketua DPC PDI Perjuangan Indramayu, Sirojudin.

Menurutnya, ketersediaan stok pangan nasional saat ini melalui Bulog sudah mencukupi, bahkan penjelasan dari pemilik gudang pangan nasional masih tersisa ratusan ton. Lalu urgensi dari rencana impor tersebut, dinilai tidak memberikan dampak positif bagi masyarakat.

Oleh karenanya, sebagai Wakil Ketua DPRD Indramayu, pihaknya menolak rencana impor beras yang akan dilakukan pemerintah. Apalagi saat ini Kabupaten Indramayu yang setiap tahun memiliki surplus beras sekitar 750 ton, dianggap masih cukup untuk persediaan cadangan pangan.

"Kami mewakili sikap PDI Perjuangan Indramayu, menolak impor beras yang akan dilakukan pemerintah melalui Mendag RI," tegas Sirojudin di Sekretariat DPC PDI Perjuangan Jalan Pahlawan Indramayu.

Dijalaskan Sirojudin, Kabupaten di Indramayu saat ini sedang panen raya di beberapa daerah, sehingga jika kebijakan itu tetap dilakukan mengakibatkan turunnya harga gabah petani.

"Kondisi harga gabah saat ini yang sedang panen di wilayah Cikedung, harganya sudah tidak stabil. Maka kebijakan impor beras agar dihentikan," tandasnya.


 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita