Senin, 08/03/2021, 13:09:13
Aneh, Ketua DPC Partai Demokrat Brebes Minta Moeldoko Diruqyah
LAPORAN TAKWO HERIYANTO

Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Brebes, Heri Fitriansyah, saat menggelar jumpa pers menanggapi KLB ( Foto: Takwo Heryanto)

PanturaNews (Brebes) - DPC Partai Demokrat Kabupaten Brebes, tidak mempercayai atas pengambil alihan Moeldoko sebagai Ketua Umum Partai Demokrat tandingan versi Kongres Luar Biasa (KLB), yang dilaksanakan di Sibolangit, Deli Serdang, Sumatera Utara, Jumat, 5 Maret 2021 lalu.

"Bagaiman mungkin, seorang Moeldoko yang jelas-jelas bukan berasal dari kader Partai Demokrat, ditunjuk menjadi Ketua Umum versi KLB. Ini jelas aneh, tidak masuk akal dan kami tidak mempercayainya.

Kami menyarankan agar beliau (Moeldoko) perlu melakukan bimbingan guru spiritualnya atau istilahnya agar di ruqyah," ujar Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Brebes, Heri Fitriansyah, saat partainya menggelar jumpa pers, di kantornya, Jalan Taman Siswa Komplek Gor Brebes, Senin 8 Maret 2021.

Ditegaskan Heri, pihaknya beserta jajaran pengurus partainya memastikan, tidak ada satupun kader partainya yang berangkat mengikuti KLB beberapa hari lalu.

Bahkan, kata Heri, bersamaan dengan KLB, yakni pada tanggal 5-7 Maret 2021 lalu, seluruh DPC Partai Demokrat se Jawa Tengah, berkumpul di Semarang melakukan apel siaga. Itu dilakukan untuk memastikan bahwa tidak satu kader Partai Demokrat di Jateng, yang berangkat KLB.

"Ini data akuratnya. Jadi kami masih menghormati Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai Ketua Umum Partai Demokrat yang sah dan legal secara hukum di Pemerintah," tegas Heri.

Menurut Heri, Partai Demokrat yang sudah berjuang keras dari bawah tidak bisa dipisahkan dengan sosok AHY dan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

"Jadi, mestinya Pak Moeldoko yang masih memiliki jiwa militer, tidak berperilaku yang aneh-aneh. Dari kader partai bukan, malah menegaskan dirinya sebagai Ketua Umum Partai Demokrat. Kan tidak masuk akal dan jelas sudah menyalahi AD/ART yang ada," tutur Heri.

Pihaknya menghargai proses hukum, apabila pemerintah melegalkan Moeldoko sebagai Ketua Umum Partai Demokrat tandingan versi KLB.

Namun demikian, pihaknya bersma DPC Partai Demokrat di Jateng, tetap tegas dan satu komando berpegang teguh pada AHY dan SBY.

"Kita tegaskan lagi bahwa DPC Partai Demokrat di Jateng satu suara dan satu tekad. Jadi, AHY dan SBY tidak bisa dipisahkan dengan Partai Demokrat," tegasnya.


 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita