Rabu, 03/03/2021, 10:54:58
5 Anak Indramayu Tertahan di Dinsos Surabaya, Nina: Segera Jemput
LAPORAN RESMAN S

UPT Lingkungan Pondok Sosial (Liponsos) Dinas Sosial Kota Subaya, Jawa Timur. (Foto: Istimewa)

PanturaNews (Indramayu) - Lima anak warga Indramayu, Jawa Barat, yang diduga Rombongan Jamaah Liar (Rojali), diamankan di UPT Lingkungan Pondok Sosial (Liponsos) Dinas Sosial Kota Subaya, Jawa Timur, beberapa hari ini.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indramayu getak cepat menelusuri keberadaan lima anak, satu diantaranya perempuan itu. Bupati Indramayu, Nina Agustina langsung memerintahkan Dinas Sosial (Dinsos) Indramayu.

Bupati Indramayu mengintruksikan Dinsos melakukan langkah-langkah kordinasi, baik dengan pihak keluarga kelima anak tersebut, maupun dengan pihak Dinas Sosial Kota Surabaya.

“Saya sudah intruksikan Dinas Sosial untuk segera menjemput mereka di Surabaya,” tutur Nina di ruang kerja, Selasa 2 Maret 2021.

Menurut Nina, Dinsos Indramayu saat ini sudah menemukan titik terang. Kelima anak asal Kabupaten Indramayu yang belakangan sempat viral di media sosial, benar diamankan di Liponsos. Bahkan pihak Dinsos Surabaya sudah saling kordinasi dengan Dinsos Indramayu.

“Mudah-mudahan proses pemulangan segera terlaksana dan tidak ada kendala,” tandanya.

Bupati berpesan kepada para orang tua dan seluruh masyarakat, agar dapat mewaspadai keberadaan anaknya. Saat ini masih marak ditemukan anak-anak dan remaja yang meresahkan pengguna jalan, apalagi dalam kondisi Pandemi Covid-19 saat ini tidak ada aktifitas sekolah.

Sementara itu Plt Kepala Dinas Sosial Kabupaten Indramayu, Sugeng Haryanto melalui Kabid Perlindungan dan Jaminan Sosial, Boy Billy Prima membenarkan pihaknya saat ini sudah melakukan penelusuran bersama pejabat Dinas Sosial Kota Surabaya.

Bahkan, lanjutnya, rencananya penjemputan akan dilakukan dalam waktu cepat. Beberapa persyaratan sudah disepakati bersama pihak Dinsos Surabaya dalam komunikasi yang selama ini dibangun.

“Alhamdulillah, hari ini kami Dinsos Indramayu sudah tersambung komunikasi dengan pihak Liponsos Kota Surabaya, dan benar data anak anak dimaksud yang sempat viral di media sosial,” kata Boy saat dihubungi, Rabu 3 Maret 2021.

Prinsipnya, tutur Boy, Pemkab Indramayu siap untuk menjemput kelima anak tersebut, dengan catatan dilakukan rapid antigen terlebih dahulu. Begitupula tim Dinsos Indramayu yang akan menjemput, melakukan hal yang sama mengingat kondisi Pandemi.

“Tadi saya sampiakan bahwa Dinsos Indramayu siap menjemput anak anak tersebut, saya mohon ke Pihak Liponsos Surabaya juga untuk ketemu di titik Semarang,” tuturnya.

Ia menjelaskan, sesampainya di Indramayu dan sebelum diserahkan kepada pihak keluarga, Dinsos Indramayu akan melakukan pembinaan terlebih dahulu, agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

“Mudah-mudahan prosesnya akan lebih cepat dan tidak menemui halangan,” harap Boy.

Terpisah, orang tua anak atas nama RR warga Desa Jatibarang Baru, Kecamatan Jatibarang, membenarkan anaknya tidak pulang selama enam hari, dan tidak ada kabar dimana keberadaanya saat ini.

Namun ia kaget dan bahagia, setelah ada petugas dari Dinsos Indramayu yang mengkonfirmasikan keberadaan anaknya saat ini terjaring razia Satpol PP Dinsos Kota Surabaya.

Ia mengaku pasrah dan meminta bantuan kepada Pemkab Indramayu, agar dapat melakukan proses pemulangan anaknya secepatnya. “Terimakasih kepada Pemkab dan Ibu Bupati Nina yang sudah memperjuangkan pemulangan anak saya,” kata pria pekerja kuli bangunan ini.

Kelima anak yang terjaring razia Satpol PP Dinsos Kota Surabaya dan tercatat sebagai warga Indramayu adalah RI (21) warga Desa Pawidean, Kecamatan Jatibarang, TS (17) warga Desa Majasih, Kecamatan Sliyeg.

Selanjutnya adalah AR (18) warga Desa/Kecamatan Kedokanbunder, RR (12) warga Desa Jatibarang Baru, Kecamatan Jatibarang dan VIK (14) warga Desa/Kecamatan Sukra, Kabupaten Indramayu.


 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita