Selasa, 02/03/2021, 13:05:57
Korban Bencana Tanah Bergerak Terpaksa Ngungsi di Kebun Singkong
LAPORAN ZAENAL MUTTAQIEN

Tenda warna biru muda di kebun singkong jadi tempat ngungsi Tarno sekeluarga. Kondisi rumah rusak dan miring akibat pergerakan tanah (Foto: Zaenal Muttaqin)

PanturaNews (Brebes) - Satu keluarga warga Dukuh Pereng, Desa Kaligiri, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, terpaksa mengungsi di kebun singkong, akibat rumah tinggalnya rusak akibat bencana alam tanah bergerak.

Tarno (40) nama kepala keluarga tersebut mengungsi bersama istri dan anaknya di kebun singkong dengan tenda sederhana. Tenda milik Dinsos yang didirikan relawan Ukhuwah Al-Fatah Rescue (UAR) dan BPBD Brebes itu menjadi tempat berteduh dari terpaan panas dan hujan serta cuaca yang dingin.

"Ya terpaksa ngungsi sementara di tenda karena rumah rusak dan takut roboh," ujar Tarno, Selasa 02 Maret 2021.

Tarno bersama istri dan salah anaknya itu mengaku terpaksa mengungsi, untuk menghindari bahaya dari rumahnya yang mengalami rusak parah akibat pergerakan tanah. Rumah tembok dengan atap seng itu rusak, bagian tembok retak-retak dan pecah serta ambles lantainya.

"Kondisi rumah miring temboknya, karena ambles dan pecah-pecah, kami takut roboh sehingga milih keluar dan tinggal di tenda," ungkap Tarno.

Rencananya rumah Tarno akan dirobohkan karena sangat berbahaya. Selanjutnya, dengan material yang masih bisa dipakai akan digunakan untuk membuat gubuk tempat berteduh bersama keluarganya.

"Nanti atap seng bisa untuk buat gubuk sementara yang penting aman tidak takut kerubuhan," ujar Tarno.

Keluarga Tarno merupakan salah satu dari puluhan korban bencana alam tanah bergerak di Dukuh Pereng Desa Kaligiri. Dukuh yang terletak di pinggir aliran Sungai Pedes itu mengalami pergerakan akibat hujan yang turun terus-menerus.

"Pergerakan tanah sudah sejak awal tahun ini, paling parah seminggu terakhir setelah sungai Pedes sering banjir," ungkap Tarno.

Koordinator relawan BPBD Posko Aju 1 Bumiayu, Budi Sujatmiko membenarkan terjadi pergerakan tanah di Dukuh Pereng Kaligiri dan setidaknya 20 rumah mengalami rusak. Selain puluhan rumah rusak, bendung irigasi Glempang juga jebol dan tak dapat berfungsi mengalirkan air.

"Sebelumnya terjadi banjir sungai Pedes yang mengakibatkan bendung Glempang jebol. Ada pergerakan tanah di sekitar aliran sungai termasuk dukuh Pereng yang ada bagian atas tebing sungai itu," katanya.


 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita