Senin, 01/03/2021, 20:52:54
Pentingnya Inovasi dan Kreasi Selama Pembelajaran Daring
Oleh: Isti Yunita Safitri

Virus Corona atau Covid-19 sudah tidak asing lagi ditelinga kita, karena virus ini masih menjangkit sangat aktif ke seluruh dunia, serta cepat dalam siklus  penyebarannya.

Banyak negara yang terdampak oleh virus Covid-19 ini dan tak terkecuali Negara kita sendiri yaitu Indonesia, siklus penyebaran virus covid-19 ini berdampak pada pemberlakuan “masa pandemic” di Indonesia. 

Pertengahan 2019-sekarang 2021 banyak pembaharuan dan juga perubahan selama masa pandemic berlangsung namun tetap menyesuaikan perkembangan serta penyebaran Covid-19 di Indonesia. Masa Pandemi ini berlangsung serta berdampak pada pembatasan aktifitas/kegiatan jam operasional terhadap semua aspek kehidupan baik perekonomian, sosial, maupun pendidikan.

Kondisi Indonesia yang masih pandemi Covid-19 mengakibatkan segala perubahan untuk sebuah pembaharuan demi tetap keberlangsungan semua sistem dan  aspek kehidupan. Dampak pandemic dalam perekonomian di Indonesia berakibat pada pembatasan jam operasional pelaku usaha baik usaha mikro maupun usaha makro, bukan hanya saja soal perekonomian.

Aspek sosial juga terdampak dan berdampak adanya pembatasan jumlah kerumunan dalam sebuah perkumpulan serta penerapan jaga jarak yang lebih ditekankan. Serta tetap memperhatikan protokol kesehatan tentunya.

Pendidikan juga menjadi salah satu aspek yang berdampak besar selama masa pandemic ini, dimana system pembelajaran yang awalnya di lakukan dalam ruangan/kelas, face to face antara tenaga pendidik dengan peserta didik, sekarang adanya kebijakan dan peraturan dimana pembelajaran dimasa pandemic covid-19 ini dilakukan secara daring (dalam jaringan), dengan akses jaringan internet serta ditunjang beberapa aplikasi selama pembelajaran berlangsung. Banyak situasi dan kondisi yang harus dirubah serta di sesuaikan agar tidak mengurangi proses pembelajaran pendidikan di Indonesia. 

Adaptasi akan terus dilakukan seiring dengan masa pandemic yang belum usai di Indonesia. Aspek yang terdampak dan berdampak tak lain tak bukan guna meminimalisir penyebaran virus Covid-19 ini. Karena masa pandemi yang masih berlangsung dalam jangka waktu yang belum ditentukan membuat segala perubahan terus dilakukan, berbagai situasi dan kondisi sekalipun.

Perubahan situasi pembelajaran dari yang awalnya dalam suatu ruangan/kelas , bisa berbincang, berkomunikasi, berdiskusi secara langsung bersama-sama , keasyikan dalam belajar serta mendapatkan respon secara langsung dan sekarang harus berubah secara daring (dalam jaringan) .

Lancarnya jaringan internet baik dari signal maupun kuota tak di pungkiri jadi penentu terbesar keberlangsungan pembelajaran daring ini. Jika terdapat kendala signal maupun kuota akan jelas menganggu selama proses pembelajaran daring berlangsung.

Segala situasi dan kondisi akan berbeda, pemberlakuan stay at home, pembelajaran dilakukan dirumah, penggunaan aplikasi  menjadi peran penunjang selama pembelajaran daring berlangsung. Keramaian suasana kelas menjadi faktor semangat bagi siswa selama proses pembelajaran berlangsung, akan tetapi sekarang hanya ketenangan dan kefokusan pada materi yang disampaikan lewat akses internet melalui aplikasi tanpa adanya face to face (tatap muka) secara langsung, akan tetapi menggunakan layar gadget, komputer, laptop ataupun notebook.

Inovasi sendiri tak terlepas dari peran guru dalam menyampaikan materi. Respon terhadap apa yang disampaikan menjadi awal yang baik dan titik terang sebuah kepahaman muridnya. Lalu bagaimanakah dengan inovasi yang harus dilakukan oleh seorang guru/tenaga pendidik selama pembelajaran daring ini? 

Tak dipungkiri rasa bosan sering muncul dalam pembelajaran daring berlangsung, pemberlakuan stay at home pun menjadi kebijakan baru dan berimbas pada proses pembelajaran pendidikan di Indonesia yang dilakukan di rumah dalam akses jaringan internet.

Peran guru bukan saja soal penyampaian materi dan mendapatkan respon yang baik dari anak didiknya,  menciptakan suasana yang mampu diterima serta dapat memberikan kesan asik, serius dan santai juga menjadi faktor penentu keberhasilan proses belajar .

Misalnya: untuk anak didik kelas tingkat 1-4 SD selama pembelajaran daring menggunakan aplikasi gmeet, sebelum/sesudah pembelajaran berlangsung ada sela-sela menyanyikan lagu anak-anak seperti balonku ada lima, pelangi-pelangi dll

Tujuannya adalah untuk memberikan suasana yang lebih santai, tidak terlalu spaneng, menghilangkan kepenatan dan kebosanan selama pembelajaran berlangsung meskipun cuma sementara, serta memberikan semangat sedikit demi sedikit.

Selain itu juga penyampaian materi dengan menggunakan video animasi akan lebih memberikan ketertarikan anak untuk memperhatikan materi yang disampaikan. Pemberian kata semangat/motivasi dari guru untuk siswanya seperti “kalian anak hebat, mari tepuk tangan paling keras dengan senyum paling ikhlas, 123 mulai” dengan mengaktifkan camera dan juga speaker  di setiap akhir pembelajaran, tak lain tak bukan memberikan semangat lebih bahwa kalian (anak didiknya/siswanya) adalah anak-anak yang hebat.

Tepuk tangan sebagai ucapan terimakasih kepada diri sendiri otomatis akan memberikan kesan percaya diri lebih pada sebelumnya , serta senyum paling ikhlas akan memberikan kesan kuat pada diri sendiri, karena senyum sendiri juga merupakan ibadah .

Sekiranya seperti itu pendapat dan saran dari penulis mengenai inovasi dan kreasi selama pembelajaran daring, menciptakan suasana yang menyenangkan akan menimbulkan ketertarikan lebih.

Bernyanyi di sela-sela pembelajaran baik sebelum/sesudah akan menciptakan suasana santai dan lebih menyenangkan, kata semangat/motivasi di setiap akhir pembelajaran, akan menimbulkan kesan dorongan positif terhadap sikap dan perilaku siswa selama pembelajaran berlangsung.

“Memberikan semangat dengan ucapan kalian anak hebat, akan memberikan kesan baik dan berimbal balik pada respon siswa selama pembelajaran berlangsung “

(Isti Yunita Safitri is a Primary Teacher Education Program Peradaban University, Brebes Regerency, Central Java)

Tulisan dalam Kolom Opini ini adalah kiriman dari masyarakat. Segala tulisan bukan tanggung jawab Redaksi PanturaNews, tapi tanggung jawab penulisnya.

 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita