Selasa, 23/02/2021, 11:45:16
Kamis, Dewi Aryani Blak-Blakan Beberkan Peluang Kerja di LN
LAPORAN SL. GAHARU

Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Dr. Hj. Dewi Aryani, M.Si memberi informasi peluang pada Sosialisasi Peluang Kerja ke luar negeri dan Perlindungan Menyeluruh kepada PMI, Kamis mendatang. (Foto: Dok/Gaharu)

PanturaNews (Tegal) - Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Dr. Hj. Dewi Aryani, M.Si akan blak-blakan soal informasi peluang kerja menjadi Pekerja Migran Indonesia (PMI) di luar negeri (LN).

”Peluang kerja ke luar negeri ini sangat besar. Namun untuk menjadi PMI ini ada syarat yang harus dipenuhi,” kata Dewi Aryani yang akrab disapa DeAr, Selasa 23 Februari 2021.

Soal regulasi dan prosedur yang benar menjadi PMI, akan dinformasikan secara lengkap pada Sosialisasi Peluang Kerja ke luar negeri dan Perlindungan Menyeluruh kepada PMI sebagai warga negara VVIP (Very Very Important Person).

Sosialisasi bersama Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) yang akan dikuti sekitar 100 perserta itu, akan digelar di Pendopo Rumah Aspirasi Dewi Aryani di Desa Sidaharja, Kecamatan Suradadi, Kabupaten Tegal, Kamis 25 Februari 2021.

Peserta terdiri dari puluhan pengurus Karang Taruna Kabupaten Tegal, bersama para kordinator Karang Taruna 18 kecamatan se Kabupaten Tegal dan unsur masyarakat kepemudaan yang lain.

“Saya akan blak-blakan menginformasikan kepada para pemuda, bagaimana cara bisa bekerja ke luar negeri dengan aman. Akan saya buka bagaimana bermigrasi yang aman menjadi PMI sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku,” ujar Dewi Aryani.

Menurut Anggota Dewan yang sudah 3 kali menjadi DPR RI dari Dapil Jateng IX ini, dampak dari pandemi Covid-19 banyak sekali pekerja muda yang kena PHK. Maka ini menjadi alternatif bagi mereka untuk mendapatkan penghasilan dengan menjadi pekerja di luar negeri.

Namun, lanjutnya, untuk menjadi PMI ini ada syarat yang harus dipenuhi. Antara lain usia minimal harus 18 tahun, sehat jasmani dan rohani yang dinyatakan oleh lembaga kesehatan resmi, memiliki kompetensi, serta memperoleh ijin dari keluarga dan diketahui kepala desa.

Dewi Aryani mengharapkan, dengan adanya sosialisasi ini maka anggota Karang Taruna di Kabupaten Tegal yang berjumlah ribuan, bisa mendapatkan informasi mengenai regulasi dan prosedur yang benar.

“Sehingga tidak mudah tertipu iming-iming informasi dari pihak yang tidak bertanggung jawab,” tandas Dewi Aryani.


 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita